Jumat, 30 November 2012 - 08:11 WIB
Peran ASEAN dalam Mewujudkan Demokratisasi di Kawasan
Oleh : Rika Yuristia M, DPOK
- Dibaca: 7305 kali



Bali Democracy Forum V berakhir pada 9 November 2012 lalu dan menghasilkan beberapa pemikiran dari 12 Kepala Negara/Pemerintahan yang hadir pada forum tersebut.

Presiden SBY dalam sambutannya menyebutkan secara khusus pentingnya peran organisasi di kawasan dalam proses pembuatan keputusan pada tataran global guna memajukan prinsip-prinsip demokrasi. Organisasi kawasan dinilai berada dalam posisi yang lebih baik untuk memahami akar permasalahan dan tantangan multidimensi yang timbul di kawasan.

Kebijakan untuk memberikan peran lebih kepada organisasi di kawasan juga pernah diterapkan Indonesia saat terpilih menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB pada tahun 2007. Saat itu, Indonesia menggalang kekuatan kawasan Afrika, Timur Tengah, dan Asia Timur untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di kawasannya, seperti konflik di Darfur, Somalia, Lebanon, dan Israel-Palestina. Pemanfaatan organisasi kawasan seperti Liga Arab diyakini dapat mengurangi kesenjangan antara kesepakatan-kesepakatan internasional dan kenyataan di kawasan.

Peran ASEAN

ASEAN sebagai organisasi kawasan di Asia Tenggara telah banyak memainkan peran penting dalam mewujudkan proses demokratisasi bagi negara-negara anggotanya. Hal tersebut dapat terlihat setidaknya dalam menangani kasus di Myanmar. Rezim militer yang telah berkembang di Myanmar sejak tahun 1988 telah menimbulkan aksi protes dan menelan korban ribuan nyawa tidak berdosa. Dunia internasional dengan keras mengutuk Pemerintah Myanmar. dengan memberlakukan sederet sanksi untuk menekan Pemerintah Myanmar. 

Sedangkan ASEAN memilih jalan lain untuk menyelesaikan konflik di negara bekas jajahan Inggris ini. Prinsip non-interference yang dijunjung ASEAN lebih menekankan pada pendekatan diplomatik dan kekeluargaan. Pada pertemuan ASEAN ke 42 di Thailand, PM Thailand menekankan bahwa pendekatan soft way (ASEAN way) lebih produktif daripada memberikan sanksi kepada Myanmar. Pendekatan ASEAN way lebih menitikberatkan pada proses meyakinkan pemerintah berkuasa Myanmar bahwa ASEAN akan terus mendukung langkah-langkah strategis yang dibutuhkan untuk menekan angka kekerasan yang terjadi di Myanmar. ASEAN sendiri lebih menempatkan diri sebagai arena/forum untuk mendiskusikan masalah-masalah yang terjadi dan bukan sebagai aktor utama yang berhak melakukan tindakan kepada negara anggotanya. 

Salah satu upaya ASEAN adalah menggelar The ASEAN Inter-Parliamentary Myanmar Caucus (AIPMC), komisi khusus yang dibentuk untuk menangani isu Myanmar. Pada pertemuan di Bali, AIPMC menghimbau Presiden Myanmar Thein Sein untuk melanjutkan tugasnya memajukan proses demokratisasi dan penegakan Hak Asasi Manusia di Myanmar.

“Myanmar harus mengambil langkah-langkah konkret dan maju menuju perundingan damai dengan kelompok-kelompok etnis yang bersenjata sebagai prasyarat untuk kemajuan demokrasi" bunyi pers release pertemuan pada 29 November 2011 tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Myanmar telah menyambut baik tawaran ASEAN untuk mengirimkan tim pemantau ASEAN selama pemilu yang berlangsung di negara itu, pada bulan April lalu.

Pendekatan ASEAN way yang diperagakan ASEAN, meskipun pada mulanya banyak dikritik karena dipandang tidak mampu menekan pemerintahan Myanmar, namun setidaknya memiliki dua impact sekaligus; mampu membujuk Pemerintahan Myanmar untuk mulai bersiap membuka diri terhadap tuntutan dunia internasional sekaligus tidak sampai menyinggung perasaan Myanmar dengan memasuki wilayah kedaulatan mereka. Apalagi sejak terjadinya pergantian kekuasaan dari rezim militer ke pemerintah sipil tahun lalu banyak memberikan perubahan menggembirakan, seperti serangkaian reformasi ekonomi dan politik, dilepaskannya tahanan politik, termasuk ikon demokrasi Myanmar, Aung Saan Suu Kyi.

Prinsip non-interference yang diterapkan ASEAN selama ini telah menjadikan Asia Tenggara sebagai salah satu kawasan yang memiliki tingkat stabilitas dan perdamaian terbaik dibandingkan kawasan negara berkembang lainnya. ASEAN selain sebagai penggerak utama pertumbuhan politik di kawasan, juga mampu menciptakan partisipasi yang aktif dan rasa saling memiliki seluruh negara anggotanya.