Selasa, 30 November 2010 - 10:43 WIB
Resmikan Perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional 2010
Oleh : presidensby.info
- Dibaca: 481 kali


Banda Aceh: Langit nampak berawan ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani tiba di lokasi Upacara Peresmian Perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional Tahun 2010 di Bumi Perkemahan Seulawah Scout's Camp, Kabupaten Pidie, Selasa (30/11) pagi. Sekitar 4600 peserta upacara telah berbaris rapi menunggu kedatangan Presiden SBY yang bertindak sebagai pembina upacara pada peresmian kali ini.

Perkemahan Wirakarya adalah ajang pertemuan pramuka penegak-pandega dari seluruh Indonesia dalam bakti kepada masyarakat yang bersifat fisik dan non fisik. “Tema perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional Tahun 2010 ini adalah “Bersatu Membangun Bangsa yang Bermartabat,” ujar Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Azrul Azwar.

Kegiatan bakti fisik yang dilakukan antara lain, pembangunan MCK, drainase, pos kamling, dan menara air. Sedangkan bakti non fisik yang akan dilakukan antara lain, penyuluhan kesehatan, pembuatan kompos, dan pengelolaan sampah.

Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf menerangkan bahwa gerakan kepanduan Indonesia akan
mengirimkan wakilnya dalam acara kepanduan di Washington DC dan Swedia dalam waktu dekat. “Ini membuktikan bahwa pramuka di Indonesia telah bangkit kembali,” ujarnya bersemangat.

Pada upacara tersebut, sebagai pembina upacara, Presiden SBY memimpin mengheningkan cipta yang dilanjutkan dengan pembacaan naskah pancasila, pembukaan UUD 1945, dan Satya Dharma Pramuka.

“Saya berharap pada saatnya nanti adik-adik bisa meneruskan estafet kepemimpinan bangsa,” ujar SBY dalam amanatnya. Presiden SBY menganggap gerakan Pramuka merupakan wahana penting dalam mencapai cita-cita kesejahteraan dan keadilan, serta kemakmuran.

Didampingi Menpora Andi Mallarangeng, Presiden SBY memukul alat musik Rapaie sebagai tanda telah diresmikannya Pembukaan Perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional tahun 2010. Acara kemudian dilanjutkan dengan pengalungan tanda peserta perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional Tahun 2010 kepada 2 orang perwakilan pramuka penegak-pandega, Abdul Rahman Alkadri dari Papua Barat, Wahyu Nur Adzan dari Sumatera Utara.

Diserahkan pula secara simbolis peralatan bakti pada perwakilan Abdul Azis Bethan dari NTT dan Siti Sarah dari Kalimantan Selatan, serta penyerahan 2 bibit pohon Trembesi kepada Alfred perwakilan dari Gorontalo dan Irma Mariana dari Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut, Presiden SBY juga menandatangani sampul peringatan perkemahan Wirakarya Tingkat Nasional Tahun 2010.

Presiden SBY serta Ibu Ani dan rombongan menyempatkan diri untuk menyaksikan tarian massal berjudul Beneng Raja yang dibawakan pramuka penegak-pandega gugus depan peserta Wirakarya. Tarian ini melibatkan lebih dari 100 orang yang bergerak sesuai irama dalam formasi yang berubah-ubah dan tempo yang berubah-ubah pula.

Di akhir acara, Presiden SBY mengunjungi Pramuka Expo di tempat perkemahan, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Bandara Iskandar Muda untuk bertolak kembali menuju Jakarta.