Selasa, 31 Mei 2011 - 10:12 WIB
Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2066 kali



Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dengan tujuh lembaga tinggi negara di Kantor Mahkamah Konstitusi Jakarta, yang membahas penguatan Pancasila sebagai ideologi negara, Selasa (24/5) siang, menghasilkan sejumlah kesepakatan. Intinya semua lembaga tinggi negara sepakat untuk secara aktif menguatkan ideologi Pancasila sebagai dasar negara disesuaikan peran, posisi dan kewenangannya masing-masing.

Mahfud menuturkan, nilai Pancasila tidak hanya untuk warga semata, tetapi juga bagi penyelenggara negara, baik di pemerintah pusat maupun daerah. “Segala aturan dan kebijakan dalam mengelola negara mesti dilandasi dan berorientasi kepada nilai-nilai Pancasila”, tandasnya.

Pada pertemuan tersebut, masing-masing lembaga negara mempersiapkan gagasan dan pokok pemikiran mengenai apa yang sudah dan harus dilakukan ke depan dan merumuskan langkah-langkah bersama guna upaya penguatan Pancasila sebagai dasar ideologi negara. Penyampaian gagasan ini nantinya akan dituangkan ke dalam joint statement.

Sekretariat Kabinet dalam hal ini Kedeputian Bidang Polhukam telah mengambil langkah inisiatif memprakarsai diselenggarakannya diskusi terbatas mengenai “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” yang menghasilkan rekomendasi terkait strategi penanaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila yang akhir-akhir ini mulai surut dan nyaris hilang, khususnya pada kalangan pemuda.

Oleh karena itu, revitalisasi Pancasila sebagai ideologi tunggal bangsa Indonesia mendesak untuk tidak sekedar diwacanakan, tetapi harus diimplementasikan. (YL/DPOK)