Jumat, 15 Juli 2011 - 09:13 WIB
"Presiden: Pegang Teguh Idealisme, Kode Etik Perwira dan Sumpah Prajurit"
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1781 kali



(Foto: Abror/setpres)

Prasetya Perwira merupakan titik awal dharma bakti para Perwira Remaja dalam mengawal dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta dalam menyukseskan agenda-agenda pembangunan nasional.  Demikian hal tersebut disampaikan Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dalam upacara Prasetya Perwira TNI 2011, Rabu (14/7/2011) di Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta.  Dalam upacara tersebut, dilantik 635 Perwira Remaja TNI, yang terdiri dari 295 Perwira TNI Angkatan Darat, 216 Perwira TNI Angkatan Laut, dan 124 Perwira TNI  Angkatan Laut.

Presiden mengatakan, dengan bekal pendidikan yang cukup, para Perwira Remaja TNI diharapkan akan lebih siap menghadapi berbagai persoalan dan dinamika penugasan di dunia militer yang makin sarat dengan tantangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Strategi, taktik, doktrin dan sistem kesenjataan yang berkembang dengan sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi, yang ditandai dengan revolusi di dunia kemiliteran, akan mempengaruhi pada corak dan karakter peperangan dan pertempuran”, lanjut Presiden.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga menjelaskan bahwa pada lingkup kelembagaan, TNI telah mengimplementasikan reformasi internalnya, sehingga tampil sebagai komponen utama pertahanan negara yang makin solid, tangguh dan profesional.  Selain itu, modernisasi alutsista yang sedang berjalan, telah menjadikan TNI tampil sebagai postur kekuatan pertahanan negara yang lebih handal.

Lebih lanjut dikatakan, saat ini dan kedepan, TNI akan menghadapi tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks, khususnya persaingan dan ketidakstabilan di kawasan regional yang akan berdampak pada konstelasi kekuatan dan kemampuan militer yang mencolok, sekaligus memunculkan pergeseran kekuatan regional.

“Yang tidak kalah pentingnya, kita harus mencermati adanya ancaman, dan gangguan terhadap keamanan nasional yang dilancarkan oleh “aktor bukan negara” (non state actors), baik berupa ancaman terorisme maupun ancaman pemberontakan bersenjata, melawan negara yang sah”, lanjut Presiden.

Hingga tahun 2014 mendatang, pembangunan TNI makin diarahkan menuju “Kekuatan Pokok Minimal” (minimum essential force) dengan mengembangkan dan memantapkan secara optimal ketiga matra kekuatan (matra darat, laut dan udara) dalam kerangka “Tri Matra Terpadu” yang merupakan pondasi untuk membangun efek penggetar dan daya pencegah.  Selain itu, disampaikan Presiden bahwa pembangunan TNI juga diarahkan untuk pemantapan gelar pasukan TNI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terdepan yang didukung dengan pembangunan sarana dan prasarana serta infrastruktur pertahanan di sepanjang garis perbatasan.

Pembangunan TNI juga disinergikan dengan pendayagunaan industri strategis nasional dalam rangka meningkatkan kemandirian pertahanan dengan memaksimalkan penggunaan alutsista produksi nasional.

Terakhir, Presiden berpesan pada para Perwira Remaja TNI agar senantiasa bersikap tegar, penuh optimisme dan keyakinan untuk berhasil seraya memegang teguh idealisme dan Kode Etik Perwira “Budi Bhakti Wira Utama” dan menjunjung tinggi Sumpah Prajurit “Sapta Marga” serta delapan wajib TNI.

(Kedeputian Persidangan Kabinet,BP,Skn/TJI)