Selasa, 16 Agustus 2011 - 12:15 WIB
Lewat Inpres No. 13/2011, SBY Minta Pejabat Hemat Energi dan Air
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2556 kali


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerbitkan Inpres Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air. Dalam Inpres ini, Presiden menginstruksikan kepada semua Menteri/Kepala LPNK, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara, Gubernur, dan Bupati/Walikota, untuk melakukan langkah-langkah dan inovasi penghematan energi dan air di lingkungan instansi masing-masing dan/atau di lingkungan BUMN dan BUMD.

Penerbitan Inpres tersebut yang dimaksudkan untuk mengganti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2008 memuat beberapa instruksi penghematan dengan target tertentu, yaitu Pertama, penghematan listrik sebesar 20% dan penghematan air sebesar 10%, yang dihitung dari rata-rata penggunaan listrik dan air di lingkungan masing-masing dalam kurun waktu 6 (enam) bulan sebelum dikeluarkannya Inpres.

Kedua, penghematan pemakaian BBM Bersubsidi sebesar 10% melalui pengaturan pembatasan penggunaan BBM Bersubsidi bagi kendaraan di lingkungan instansi masing-masing dan di lingkungan BUMN dan BUMD, yang dilakukan sepanjang BBM Non Subsidi tersedia di wilayah masing-masing.

Dalam mengawal dan mengoptimalkan program penghematan tersebut, Presiden mengubah susunan keanggotaan dari Tim Nasional yang telah dibentuk berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2008. Perubahan susunan keanggotaan tersebut, khususnya pada kedudukan Sekretaris yang semula dijabat Ir. Eddie Widiono Suwondo, M.Sc,  menjadi Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM.

Tim Nasional juga diwajibkan memberikan laporan atas pelaksanaan tugasnya kepada Presiden setiap 3 bulan dengan memberikan tembusan kepada Kepala UKP4.

(Asdep IV, Dep.Ekon).