Kamis, 29 September 2011 - 10:19 WIB
Di Forum Sidang PBB, Indonesia Serukan Penguatan Kemitraan
Oleh : Widya
- Dibaca: 2307 kali



Indonesia menyerukan perlunya peningkatan kerjasama dan kemitraan diantara negara-negara anggota PBB. Hal ini diperlukan untuk merubah tantangan-tantangan global menjadi kesempatan guna meraih perdamaian dan pembangunan bagi masyarakat internasional. Seruan tersebut disampaikan Menlu RI Marty M. Natalegawa pada debat umum Sidang Majelis Umum PBB ke-66, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (26/9) lalu.

Untuk mencapai tujuan itu, Menlu Marty menyampaikan 2 pesan utama yang harus dilakukan masyarakat internasional. Pertama, dunia perlu memperkuat multilateralisme, khususnya dalam memelihara peran sentral PBB.

“Reformasi PBB, termasuk organ-organnya, adalah kata kuncinya agar badan utama dunia itu tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantatangan global dan terus dapat menjunjung multilateralisme,” kata Marty.

Hasil akhir dari reformasi tersebut, lanjur Marty, harus menjadikan proses pembuatan keputusan PBB menjadi lebih efektif, efisien, transparan dan inklusif.

Kedua, kerjasama dan kemitraan antara PBB dengan organisasi regional merupakan keniscayaan. Menlu Marty menegaskan bahwa harus ada sinergi antara upaya-upaya di tingkat global dengan upaya di tingkat regional.

Menyinggung tema sentral sidang PBB tahun ini, “The Role of Mediation in the Settlement of Disputes and Peaceful Resolution of Conflicts”, Menlu Marty mencontohkan bagaimana ASEAN selama Keketuaan Indonesia 2011 mencegah, mengelola dan menyelesaikan konflik di kawasan.

“Sebagai hasilnya, kita berharap Asia Tenggara akan tetap menjadi kawasan yang memberikan kontribusi bagi keamanan dan perdamaian serta pembangunan dan kemakmuran dunia,” tutur Menlu Marty.

Di luar kawasan pun, lanjut Menlu, ASEAN diharapkan akan terus menjadi pendorong bagi arsitektur regional Asia Pasifik melalui pembentukan Komunitas ASEAN 2015. “Bulan November nanti, untuk pertama kalinya Rusia dan AS berpartisipasi dalam KTT Asia Timur yang akan digelar di Bali. Sebuah perhelatan yang penting bagi arsitektur regional.” 

Prioritaskan Agenda

Pada kesempatan itu, Menlu Marty juga menyampaikan prioritas agenda utama internasional. Menurutnya, pembangunan politik dan demokratisasi harus menjadi agenda utama.

Menlu meminta agar masyarakat internasional dapat bekerjasama dalam turut serta menyelesaikan masalah Palestina yang telah lama diimpikan rakyat Palestina. Menlu Marty menegaskan dukungan terhadap pengajuan Palestina sebagai anggota penuh PBB. “Pengajuan keanggotaan Palestina di PBB ini tersebut sejalan dan konsisten dengan visi solusi dua negara dan penyelesaian perdamaian yang adil di Timur Tengah,” tutur Menlu.

Diingatkannya, bahwa penolakan terhadap hak-hak mendasar bagi bangsa Palestina akan memukul balik proses transformasi demokrasi yang tengah terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara.

Hal lain yang menjadi prioritas adalah upaya dalam menghadapi tantangan pembangunan guna mencapai Tujuan Pembangunan Milenium. Kemitraan global, menurut Menlu Marty, diperlukan dalam menuntaskan berbagai seperti masalah kelaparan, ketahanan pangan, perubahan iklim dan peran wanita dalam pertumbuhan ekonomi dan pembagunan yang berkelanjutan.

Di hadapan Sidang Majelis Umum PBB, Menlu Marty menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk bekerjasama dengan negara-negara anggota lainnya guna menjalin kemitraan global dalam menghadapi berbagai tantangan dunia.(as/es)