Selasa, 13 Desember 2011 - 16:07 WIB
Situasi di Eropa Tidak Pasti, Presiden Minta Diantisipasi
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 3272 kali



Presiden Susilo Bambang Yushoyono (SBY) mengatakan, sebelum mengambil keputusan, menetapkan kebijakan dan menjalankan sejumlah tindakan pada tingkat nasioal, terutama di bidang perekonomian, selalulah memahami perkembangan ekonomi dunia, ekonomi kawasan, maupun ekonomi nasional.

“Harus selalu berorientasi tujuan, apa yang hendak kita capai, golnya apa atau hasil seperti apa yang kita harapkan dengan kita tetapkan keputusan, kebijakan dan melakukan tindakan itu,” kata Presiden dalam pengarahan awal sebelum Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Selasa (13/12).

Oleh karena itu, Presiden mengajak anggota kabinet agar memahami perkembangan perekonomian global  terkini.

Menurut Kepala Negara, situasi di Eropa saat ini belum benar-benar mendatangkan sesuatu yang tidak menjanjikan. Ketidakpastian masih tinggi, kemudian proses politik yang terjadi di Eropa berjalan sedemikian rupa yang juga menimbulkan masalah-masalah sendiri.

Oleh karena itu, “Sebagaimana yang terjadi 3-4 tahun yang lalu, tetaplah kita berjaga-jaga dan melakukan semua antisipasi termasuk menyiapkan policy respons, mengingat dinamika dan perkembangan perekonomian dunia sekarang ini, terutama yang terjadi di kawasan Eropa,” ujar Presiden SBY.

Kalau melihat dinamika dan perkembangan situasi itu, menurut Presiden, sekarang pun dirasakan masih bergejolak, misalnya pasar modal, nilai tukar, dan komoditas tertentu seperti harga minyak dan lain-lain.

Apa yang dilakukan sekarang ini, lanjut Presiden, apalagi kalau ingin betul-betul selamat dari pengaruh atau dampak perekonomian global. “Mari kita pastikan yang kita lakukan sekarang dan 3 tahun mendatang disamping untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah kita tetapkan sendiri untuk pertumbuhan, lapangan pekerjaan, pengurangan kemiskinan, dan lain-lain, juga sekaligus kita sudah bisa mengantisipasi, bisa merespon, dan sudah bisa mengelola atau meminimalisasi dampak dari perekoniomian global itu,” kata Presiden SBY.

Presiden mengajak, selalulah berangkat dari pikiran-pikiran dan pandangan strategis seperti itu, karena yang dikelola ekonomi tingkat nasional, tingkat negara yang besar, sehingga terhindar dari pengambilan keputusan dan pengambilan kebijakan yang tidak tepat.

Sidang Kabinet Paripurna membahas dua agenda yaitu mengenai cetak biru pengembangan Sistem Logistik Nasional dan Debotlenecking dalam MP3EI.

Sidang Kabinet Paripurna ini  dihadiri oleh Wakil Presiden Budiono, Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Pertahanan, dan Menteri Dalam Negeri, serta para menteri anggota kabinet lainnya.

(Humaslem/ES)