Jumat, 03 Februari 2012 - 08:01 WIB
Peace Keeping Center Jadi Pusat Pelatihan Anti Teror
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1889 kali



Komplek Pusat Keamanan dan Perdamaian (Peace Keeping Center) Santi Dharma yang terletak di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, diperluas fungsinya  dari 2 kegiatan menjadi 7 kegiatan, di antaranya sebagai Pusat Anti Teror.  Demikian disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro saat memberikan keterangan pers seusai Sidang Kabinet Terbatas (SKT) di Kantor Presiden Istana Negara, Kamis (2/1) sore.

Menhan menambahkan, selain sebagai pusat pasukan perdamaian dan pusat batalyon standby force, komplek peace keeping center akan difungsikan juga sebagai pusat pelatihan antiteror, pusat penanggulangan bencana, Universitas Pertahanan (Unhan), pusat bahasa, dan pusat olahraga militer.

Menurut Purnomo, fungsi standby force yang di militer diistilahkan dengan Rapid Deployment Force (pasukan yang bisa bergerak cepat) adalah batalyon mekanik dimana di dalamnya terdapat ran force dan rantis (kendaraan taktis) yang bisa juga digunakan untuk operasi militer selain perang.  

“Tugas TNI itu ada dua, untuk operasi militer perang dan untuk selain perang. Jadi Standby force itu tergantung dari kebutuhannya. misalkan terjadi gempa dalam waktu yang singkat mereka sudah berada di tempat bencana,” ujar Purnomo.

Menhan mengungkapkan, pengelolaan Peace Keeping Center dan penanganan kegiatan di dalamnya akan dilakukan oleh pihak-pihak yang berbeda sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pusat pasukan perdamaian berada di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan, pusat bahasa di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pusat pelatihan anti teror di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), pusat penanggulangan bencana di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab pada akses jalan pada kompleks tersebut.

"Tata ruang berubah, tanah berubah, koordinasi juga berubah karena ditangani oleh pihak-pihak yang berbeda," ungkap Menhan

Seperti diketahui Peace Keeping Center “Santi Dharma” diresmikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tanggal 19 Desember 2011. Luas areanya adalah 250 hektare dan dibangun menggunakan anggaran pemerintah, serta bantuan dari beberapa negara lain. Diharapkan pada tahun 2014 sudah selesai proyek pembangunannya. "AS membantu pembangunan barak, Australia pembangunan pusat bahasa dan sejumlah negara lain sudah mengirimkan pejabatnya untuk meninjau kawasan ini untuk memberikan dukungan," kata Menhan.

(Humaslem, ES)