Selasa, 14 Februari 2012 - 14:49 WIB
Presiden Minta Polri Terima Apapun Kritik Kompolnas
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 2273 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jajaran Kepolisian RI (Polri) untuk meningkatkan sinergi dengan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), sehingga diharapkan upaya penegakan hukum bisa semakin baik.

"Kapolri diminta untuk berpartner secara konstruktif dengan Kompolnas sehingga terjadi satu kerja sama dalam bentuk dialog, masukan-masukan dari Kompolnas kepada kepolisian, sehingga akan menjadi suatu hal yang positif dan konstruktif bagi kepolisian itu sendiri," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha seusai mendampingi Panitia Seleksi Pemilihan Anggota Kompolnas yang dipimpin oleh Koesparmono Irsan di Kantor Kepresidenan, di Jakarta, Selasa (14/2).

Menurut Julian, Presiden berpendapat bahwa lebih baik bila masukan, kritik, dan saran tersebut berasal dari Kompolnas, bukan dari pihak lain. Presiden juga meminta Polri untuk menerima apapun bentuk kritikan tersebut sehingga Polri akan lebih baik di masa yang akan datang.

"Kalau ada kritik itu mohon diterima untuk perbaikan ke dalam internal polisi sendiri sehingga akhirnya nanti akan menjadikan polisi sebagai suatu institusi yang lebih baik," tutur  Julian.

Sementara itu, Ketua Pansel Kompolnas Koesparmono Irsan menjelaskan, Pansel telah menyerahkan 12 nama calon anggota Kompolnas.  “Ke-12 nama itu nanti akan dipilih enam orang untuk duduk dalam Kompolnas,” katanya.

Menurut Koesparmono, Pansel telah bekerja keras tanpa ada intervensi dari siapapun juga. “Kami mencoba memilih yang terbaik di antara mereka,” katanya.

Ketika ditanya siapa 12 orang calon anggota Kompolnas, Koesparmono mengatakan,  tidak bisa menyebutan, karena itu masih ditahan Presiden. “Tapi diantaranya ada seorang wanita, ada unsur wartawan juga, ada intelektual dan pakar-pakar kepolisisan,” kata Koesparmono sambil meminta maaf karena tidak bisa menyebutkannya.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Menseneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet, Dipo Alam dan Kapolri, Jenderal Pol. Timur Pradopo. Sedangkan Ketua Pansel Koesparmono Irsan didampingi oleh Wakil Ketua, Ahmad Ali, dan anggota yang terdiri dari Bachtiar Aly, Fajar Prihantono, Aryanto Sutadi, dan Fachri Ali.

(Humaslem, ES)