Rabu, 14 Maret 2012 - 21:19 WIB
Anggota OKI Pelajari Keberhasilan Indonesia
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2657 kali



Berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia, khususnya dalam bidang pembangunan ekonomi, menarik minat negara-negara anggota Organisasi Konperensi Islam (OKI) atau Organization of Islamic Countries (OIC) untuk mempelajarinya.  Untuk kepentingan ini pula, Dirjen The Statistical Economic and Social Research and Training Centre for Islamic Countries (SESRIC) menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/3) sore.

Seusai pertemuan Juru Bicara Kepresidenan bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, kepada wartawan menjelaskan, sebagai bagian dari OKI, SESRIC sedang menyiapkan laporan khusus. Yang akan diterbitkan pada bulan April mendatang.

"Mereka akan menurunkan laporan mengenai berbagai kemajuan ekonomi yang telah dicapai Indonesia, sehingga negara-negara anggota OKI dapat menarik pelajaran dari keberhasilan Indonesia melakukan pembangunan ekonomi yang mencapai kemajuan signifikan," jelas Faizasyah.

Faizasyah juga menjelaskan, bahwa dalam pertemuan Kepala Negara dengan Dirjen SESRIC juga disinggung mengenai berbagai hal yang sebenarnya bisa dilakukan oleh terutama negara muslim di dalam OKI untuk kerjasama di bidang pembangunan ekonomi.

"Tadi dijelaskan bahwa sebenarnya sumber daya manusia di antara anggota-amggota OKI sangatlah kompeten dalam tehbologi dan berbagai hal, dengan. demikian diharapkan ada satu proses kerjasama di bidang tehnologi sehingga bisa memberi nilai tambah yang sangat besar di antara anggota OKI," tutur Faizasyah.

Menurut Jubir Presiden itu, Kepala Negara mendukung upaya membangun keterkaitan kerjasama di antara negara OKI, terutama saat negara-negara yang menjadi tujuan ekonomi, perdagangan, dan investasi sedang mengalami masalah seperti saat ini.

"Presiden berpesan bahwa negara-negara OKI perlu melihat potensi yang dimiliki, agar dapat bekerjasama lebih baik lagi," ucap Faisazah.

Kepala Negara juga menyampaikan adanya 3 negara anggota OKI, yaitu Indonesia, Arab Saudi dan Turki, yang menjadi anggota G-20. "Ketiga negara ini bisa menyampaikan aspirasi negara-negara OKI, termasuk masalah fluktuasi harga minyak.

Dalam pertemuan dengan Dirjen SESRIC itu, Presiden SBY didampingi oleh Mensesneg Sudi Silalahi, Menag Suryadharma Ali, dan Seskab Dipo Alam..

(KK, ES)