Selasa, 15 Mei 2012 - 14:47 WIB
Presiden Korut Apresiasi Politik Bebas Aktif Indonesia
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 3153 kali



Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Yong Nam, mengapresiasi pelaksanaan politik bebas aktif Indonesia dalam hubungan internasional yang sangat mandiri. Apresiasi ini disampaikan Kim Yong Nam saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/5) siang.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan pers yang dilakukan setelah pertemuan kedua pemimpin negara mengatakan, bahwa ini adalah kunjungan Kim Yong Nam yang ketiga kalinya ke Indonesia, setelah kunjungan pertama dan kedua tahun 2002 dan 2005 lalu.

“Disamping masalah-masalah bilateral, ada komitmen dari kedua pimpinan untuk meningkatkan saling dukung di forum-forum internasional. Bapak Presiden merujuk kepada laporan dari Menteri Luar Negeri bahwasanya selama ini kedua negara, Korut dan Indonesia, telah ada kerjasama yang baik di tingkat global, tingkat multilateral dan arahannya agar kerjasama ini ditingkatkan,” jelas Marty.

Di bidang multilateral, di bidang internasional, lanjut Menlu, Korut menggarisbawahi apresiasinya atas peranan Indonesia selama ini dalam kerangka Gerakan Non Blok, dan terutama kemandirian Indonesia dalam pelaksanaan politik luar negerinya selama ini.

“Politik bebas aktif merupakan suatu pilihan ketetapan dari Indonesia selama ini, dan tentunya dilaksanakan antara lain melalui kerangka Gerakan Non Blok,” ujar Marty mengutip tanggapan Presiden SBY.

Menurut Menlu, Korut secara khusus menyatakan apresiasinya yang sangat mendalam atas peranan kepemimpinan Indonesia dalam kerangka ASEAN. Sementara Presiden SBY menyambut baik kerjasama dan partisipasi Korut selama ini dalam kerangka ASEAN, termasuk dalam kerangaka ASEAN Regional Forum.

Presiden menegaskan, “Bahwasanya meskipun antara negara-negara ASEAN ada sistem politik yang berbeda, namun kesemua anggota ASEAN saling menghormati sistem politik yang berbeda itu,  dan hal ini tidak menjadi hambatan antara kerjasama sesama negara ASEAN.”

Terkait dengan perkembangan dialog Korut dan Korea Selatan, Presiden Korut Kim Yong Nam memberikan informasi kepada Presiden tentang perkembangan dialog Korut dan Korea Selatan (Korsel) terutama dalam mencapai reunifikasi Utara dan Selatan.

Dalam kesempatan itu, Presiden Korut juga memberikan informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan upaya peluncuran satelit beberapa waktu yang lalu.  “Hal-hal yang berkaitan dengan peluncuran satelit ini ada semacam informasi yang tidak seimbang dan cenderung menyudutkan pihak Korut,” ujar Kim Yong Nam.

Presiden SBY dalam tanggapannya menyatakan, “Permasalahan apapun yang dihadapi di semenanjung Korea perlu dihindari adanya kesalahpahaman, dan bahwasanya setiap permasalahan dicapai melalui dialog dan komunikasi.”

Kim Yong Nam juga menyampaikan salam hangat dari pemimpin tinggi Korut, Kim Jong Un, kepada Presiden SBY, dan juga undangan Kim Jong Un kepada Presiden SBY untuk mengunjungi Korut pada waktu yang baik.

Bilateral

Menlu Martynatalegawa menguraikan, pada kesempatan pertemuan bilateral yang dilaksanakan dalam suasana yang penuh persahabatan dan dilakukan dalam susasana keterbukaan itu, dibahas beberapa masalah oleh kedua presiden. Pertama, masalah-masalah yang dibahas berkaitan dengan peningkatan hubungan bilateral.

Kedua, Presiden intinya menegaskan mengenai perlunya ditingkatkan ke tingkat yang lebih tinggi, hubungan bilateral yang sudah terjalin dengan baik tersebut. Antara lain misalnya, ada tekad dan kesepahaman untuk meningkatkan di bidang hubungan politik,  kerjasama dan saling mengunjung para pejabat kedua negara. “Intinya disini adalah untuk meningkatkan komunikasi politik antara kedua negara,” ujar Marty.

Marty menyebutkan, antara Korea Utara (Korut) dan Indonesia telah terjalin hubungan yang lama, yang sangat bersahabat bukan saja antara pemerintahnya melainkan juga antara rakyat kedua negara.

“Jadi tadi sepanjang pertemuan suasana kedekatan termaksud antara kedua negara, kedua rakyat, sangat tercerminkan,” ungkap Marty.

Namun diluar kerjasama di bidang politik, menurut Menlu, juga ada tekad untuk meningkatkan hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan. Secara khusus, Presiden memerinthkan kepada Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan, agar ketiga menteri itu termasuk Bapak Menko menindaklanjuti beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan bilateral tadi dalam rangka peningkatan hubungan ekonomi dan perdagangan antara kedua negara.

Selain itu, kedua pemimpin  juga membahas  dan menggarisbawahi pentingnya kerjasama di bidang budaya, bidang obat tradisional dan olahraga.

Di bidang olahraga, sebagaimana diketahui Korut telah menoreh prestasi yang cukup baik di tingkat global. Berkaitan dengan itu, Presiden menyatakan bahwa beliau akan memberi instruksi kepadaa Menteri Pemuda dan Olahraga agar melakukan kerjasama yang lebih tinggi lagi antara kedua negara di bidang keolahragaan.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden didampingi oleh Menkopolhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, dan beberapa menteri dari Kabinet Indonesia Bersatu II.

Sebagai sambutan lanjutan terhadap tamu negara, malam ini akan digelar jamuan makan malam yang akan dihadiri oleh Presiden Korut dan rombongannya. (Humaslem/FJ/ES)