Selasa, 13 Juli 2010 - 08:00 WIB
Rapat Pertama Kabinet di Ruang Situasi
Oleh : Widya
- Dibaca: 434 kali


Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wapres Boediono, mengadakan Rapat Paripurna Kabinet pertama di Situation Room, Gedung Binagraha, yang baru mulai difungsikan, Senin (12/7) pukul 14.00 WIB. Gedung Binagraha sendiri berada di kompleks Istana Kepresidenan.

Seluruh menteri KIB II hadir dalam rapat ini, begitu juga dengan Kapolri dan pemimpin lembaga tinggi negara. Dua menteri yang absen adalah Menlu Marty Natalegawa dan Menteri Perdagangan Mari Eka Pangestu.

Ruang Situasi, yang dikelola oleh Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), ini memiliki fasilitas keterhubungan mutakhir. Tadi pagi, Presiden SBY sudah mencoba fasilitas Video Conferencing dengan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Kementerian Pertahanan, dan beberapa kementerian lain, juga sudah memiliki fasilitas serupa.

Dalam pembukaan rapat, SBY mengatakan bahwa fasilitas yang ada dalam Ruang Situasi diharapkan bisa menyampaikan informasi aktual. "Bisa berbentuk summary of media report, bisa berbentuk intelegence report, bisa berbentuk hasil dari pengamatan, surveillance, pemantauan, monitoring, yang terus-menerus terhadap semua yang dilaksanakan oleh pemerintah sehingga informasi itu up to date dan real time," ujar SBY.

Kegunaan lain dari ruang ini adalah menyimpan semua data sehingga memungkinkan untuk melihat apakah program-program yang ada sudah dilaksanakan dengan benar dan benar-benar dilaksanakan. "Saya mengingatkan sekali lagi, sebagaimana yang saya sampaikan dalam sidang kabinet kemarin, juga diusulkan oleh Wakil Presiden, agar saudara semua di kementerian, lembaga yang saudara pimpin, juga memiliki monitoring system, support system. Dengan demikian saudara sebagai menteri atau pejabat setingkat bisa menguasai dan mengetahui apa yang dilaksanakan oleh kementerian atau lembaga saudara," SBY menjelaskan.