Selasa, 03 Juli 2012 - 08:31 WIB
Transfer Dana Pusat Masih Dominasi Pendapatan Asli Daerah
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 999 kali



Staf Khusus Presiden (SKP) bidang ekonomi Firmazah mengemukakan, sampai dengan Triwulan I tahun anggaran 2012, transfer dana dari Pemerintah Pusat masih mendominasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di seluruh tanah air.

“Di tingkat propinsi, secara kumulatif transfer pusat mencapai lebih 51% dari seluruh penerimaan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) kumulatif di seluruh propinsi sebesar 46.1%. Sementara Kabupaten menerima transfer pusat sebesar 87.1% dari total penerimaannya. Sementara Pemerintah Kota menerima sebesar 71.8%,” kata Firmanzah di Jakarta, akhir pekan lalu

Tabel 1.

Komposisi Realisasi  Persen Pendapatan Pemerintah Daerah selama Triwulan-I 2012 (kumulatif)

 

Pemerintah Daerah

PAD

Transfer Pusat

Lain-lain

Propinsi

46.1%

51.1%

2.8%

Kabupaten

7.0%

87.1%

5.9%

Kota

17.8%

71.8%

10.4%

Sumber: DJPK Kemenkeu, diolah

Adapun mengenai penyerapannya, menurut Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE UI) itu, secara umum masih didominasi oleh belanja pegawai, kemudian berturut-turut diikuti oleh belanja lainnya, belanja barang dan jasa dan belanja modal.

“Rata-rata penyerapan anggaran untuk belanja pegawai pada Kabupaten mencapai 16,4% sedangkan untuk Kota dan Provinsi masing-masing penyerapannya mencapai 17% dan 16,9%,” ungkap Firmanzah.

Sementara itu, belanja lainnya yang juga bagian dari belanja tidak langsung rata-rata terserap sebesar 8,5% untuk Kabupaten., untuk kota rata-rata terserap  9,7%, dan untuk provinsi rata-rata terserap terserap 19,2% .

Untuk komponen belanja barang jasa, menurut Firmanzah, rata-rata penyerapannya sebesar 7,3% untuk Kabupaten. Sementara itu, Kota dan Provinsi masing-masing penyerapannya sebesar 9,1% dan 6,7%. “Rata-rata Penyerapan anggaran untuk belanja modal relatif kecil, yaitu Kabupaten hanya sebesar 2,3% sedangkan Kota dan Provinsi sama-sama sebesar 2,5%,” lanjut Firmanzah.

Penyerapan dan Pertumbuhan

Menurut Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi, Firmanzah, secara umum serapan pemerintah propinsi atas rencana belanja tahun 2012 masih rendah. Daerah-daerah propinsi yang serapannya masih rendah itu antara lain Nangroe  Aceh Darussaam (NAD) sebesar 4.25%,  Papua Barat 5.66%, Riau 6.05%, Bali 6.48%, dan Sulawesi Barat 7.92%.

“Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut umumnya juga sangat rendah pada triwulan pertama tahun 2012 ini. Hanya Papua Barat yang tumbuh 5.7% dalam triwulan ini,” ungkap Firmanzah.

Tabel 2.

Realisasi dan Persen Capaian Belanja Propinsi selama Triwulan-I 2012 (terkecil)

Propinsi

Rencana Belanja *

Realisasi *

Persen Capaian

Pertumbuhan Ekonomi (%)

(q-o-q)

Prov. Aceh

9,511,939

 404,505

4.25

0,8

Prov. Papua Barat

 3,998,381

 226,311

5.66

5,7

Prov. Riau

 6,366,656

 384,946

6.05

-0,9

Prov. Bali

 3,656,633

 237,123

6.48

-0,1

Prov. Sulawesi Barat

 969,009

 76,724

7.92

0,2

* dalam juta rupiah

Sumber: DJPK Kemenkeu, diolah

Urutan penyerapan anggaran belanja terbesar, menurut Firmanzah, dicapai Propinsi Kalimantan Selatan, yakni sebesar 27.16%. “Hanya Kalimantan Selatan yang menyerap lebih dari 20%. Sementara posisi berikutnya Propinsi Lampung, hanya 18.49%, Jambi 16.1%, Maluku 15.97%, dan Sulawesi Tengah 15.61%. Propinsi DKI Jakarta yang memiliki APBD terbesar hanya berhasil menyerap 10.56%,” kata dia.

Tabel 3.

Realisasi dan Persen Capaian Belanja Propinsi selama Triwulan-I 2012 (terbesar)

Propinsi

Rencana Belanja *

Realisasi *

Persen Capaian

Pertumbuhan Ekonomi (%)

(q-o-q)

Prov. Kalimantan Selatan

 3,108,944

 844,303

27.16

-7,5

Prov. Lampung

 2,838,250

 524,704

18.49

10,0

Prov. Jambi

 1,942,504

 312,498

16.09

-2,1

Prov. Maluku

1,931,199

 228,317

15.97

-0,7

Prov. Sulawesi Tengah

 1,429,870

 301,416

15.61

-0,2

* dalam juta rupiah

Sumber: DJPK Kemenkeu, diolah

Adapun pada tingkat Kabupaten/Kota, selama triwulan pertama 2012, menurut Firmanzah, penyerapan anggaran belanja berkisar antara 2% hingga 24%. Kab/Kota yang menyerap anggaran belanja paling kecil adalah Kab. Nias sebesar 2%. Diikuti Kab. Kutai Timur 2.1% dan Kab.Indragiri Hilir 2.15%.

Tabel 4.

Realisasi dan Persen Capaian Belanja Kabupaten/Kota selama Triwulan-I 2012 (terkecil)

Kab/Kota

Rencana Belanja *

Realisasi *

Persen Capaian

Kab. Nias

 431,735

 8,630

2.00

Kab. Kutai Timur

 2,684,544

 56,411

2.10

Kab. Indragiri Hilir

 1,445,827

 31,152

2.15

Kab. Mamberamo Raya

 702,168

 15,955

2.27

Kab. Probolinggo

1,276,919

 29,955

2.35

* dalam juta rupiah

Sumber: DJPK Kemenkeu, diolah

Sementara, penyerapan belanja tertinggi dicapai oleh Kab. Sukoharjo sebesar 23.5% dan diikuti oleh Kota Palu 22%, Kab. OKU Selatan 21.5%, Kota Banjarbaru 21.17%, serta Kota Gorontalo 20.13%.

Tabel 5.

Realisasi dan Persen Capaian Belanja Kabupaten/Kota selama Triwulan-I 2012 (terbesar)

Kab/Kota

Rencana Belanja *

Realisasi *

Persen Capaian

Kab. Sukoharjo

 1,105,748

 259,779

23.49

Kota Palu

 758,192

 166,931

22.02

Kab. OKU Selatan

 628,391

 135,198

21.51

Kota Banjarbaru

 538,304

 113,934

21.17

Kota Gorontalo

 565,457

 113,820

20.13

* dalam juta rupiah

Sumber: DJPK Kemenkeu, diolah

(ES)