Kamis, 15 Juli 2010 - 14:03 WIB
Koperasi Masih dan Tetap Penting di Era Globalisasi
Oleh : presidensby.info
- Dibaca: 542 kali


          Surabaya: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka Peringatan Puncak Hari Koperasi Nasional ke-63 di Lapangan Kodam Brawijaya V, Surabaya, Kamis (15/7) pagi. Tema yang diangkat untuk peringatan tahun ini adalah "Koperasi Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat".

          Pada awal sambutannya, SBY mengucapkan selamat Hari Koperasi dan menjelaskan bahwa koperasi masih dan tetap penting di era Globalisasi. Presiden juga menerangkan, sejak era Presiden Soekarno hingga sekarang, setiap kelapa negara selalu berusaha mensejahterakan rakyat Indonesia dan koperasi UKM punya andil besar didalamnya. "Indonesia mempunyai sabuk pengaman pada saat krisis 1998 yang membuat perkonomian negeri ini bisa tumbuh seperti sekarang ini yaitu koperasi dan UKM. Oleh karena itu, koperasi dan UKM harus tumbuh dengan baik kedepan," ujar SBY.

           Presiden SBY mengatakan sebagaimana negara berkembang lainnya, Indonesia masih menghadapi masalah kemiskinan dan pengganguran. "Angkanya bertambah baik dari tahun ke tahun setelah krisis, sudah ada peningkatan artinya kemiskinan dan penggangguran berkurang. Negara lain karena krisis 2 tahun lalu banyak menghadapi persoalaan ekonomi termasuk penggangguran. Cara yang paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan penggangguran banyak studi dan praktek di negara sahabat adalah dengan menggembangkan koperasi dan UKM," terang Presiden SBY.

           "Membangun ekonomi Indonesia dan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak bisa hanya mengikuti model ekonomi negara lain. Yang bisa akhirnya menggangkat taraf hidup 240 juta di seluruh tanah air dari sabang sampai marauke, dari Miangas hingga Pulau Rote adalah ekonomi rakyat, " jelas SBY.

           Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa tema yang diangkat mengandung semangat dan tekad untuk lebih membangkitkan peran koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat dan soko guru perekonomian nasional, sehingga meningkatkan kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanah UU No.25 1992, tentang perkoperasian.

           Pada tahun ini Kementerian Koperasi dan UKM menggagas program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP). "GEMASKOP ini digagas seiring dengan banyaknya kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah dilaksanakan antara lain bantuan sosial, penguatan modal, kredit KUR, dana bergulir, pelatihan, kewirausahaan, pameran dan sebagainya, yang telah banyak memberikan peluang dan kemudahan kepada rakyat untuk mendirikan dan lebih meningkatkan usaha koperasi," ujar Syarief Hasan.

           "Objektif Gemaskop adalah akan dapat teciptanya koperasi-koperasi yabg kreatif, inovatif, dan berskala bersar serta memiliki daya saing tingkat nasional dan internasional," lanjut Menkop dan UKM.

           Dalam acara tersebut, Presiden SBY menyematkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, Satya Lencana Pembangunan kepada empat orang perwakilan yaitu Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Eko Maulana, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Walikota Kupang Daniel Abdoe, dan Ketua Koperasi Simoan Pinjam Nasari Semarang Sahala Pangabean. Sementara penghargaan Satya Lencana Wira karya bidang koperasi diberikan kepada Ketum Koperasi Karyawan Tjiwi Kimia Jatim Sunoto Santoso.

           Usai memberikan sambutan, Presiden SBY didampingi Ibu Ani meninjau Stand Expo Pembiayaan 2010 yang berada di Balai Prajurit. Peninjauan kemudian diakhiri dengan menuliskan pesan singkat pada pigura deklarasi KSP/USP.

           Turut menyertai Presiden SBY pada kegiatan kali ini diantaranya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, Mensos Salim Saegaf Aljufri, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Menkominfo Tifatul Sembiring, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Anak Linda Gumelar, Kepala BKPM Gita Wirjawan, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.