Jumat, 27 Juli 2012 - 18:49 WIB
TRANSKRIP KONPERENSI PERS PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDOYONO PADA SIDANG KABINET TERBATAS DI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN 27 JULI 2012
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 841 kali


Baru saja rapat koordinasi sektor perindustrian, sektor perdagangan, dan sektor penanaman modal selesai dilaksanakan. Sebagaimana yang saya sampaikan tadi dalam pembukaan rapat koordinasi ini, ketiga sektor ini sangat penting dalam menyumbang pertumbuhan perekonomian kita, dan bahkan lebih dari itu ketiga sektor ini juga amat penting untuk membangun perekonomian nasional di masa depan  kuat dan berkelanjutan, strong and sustainable economy. Apalagi ketika dunia sedang mengalami masalah perekonomian sekarang ini, kontribusi perindustrian dan perdagangan juga amat penting. Perindustrian bisa mengembangkan sektor riil yang itu juga mendorong pertumbuhan perdagangan bisa meningkatkan ekspor yang juga itu komponen pertumbuhan. Sementar investasi justru harapan kita menjadi engine of growth perekonomian kita di masa mendatang.

Dalam rapat koordinasi tadi, baik Menperin, Mendag maupun Kepala BKPM melaporkan kepada saya dan peserta rapat situasi di sektor mereka masing-masing, kemudian tantangan yang dihadapi, dan rencana yang akan dilaksanakan di tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Tetapi satu hal, kalau ekonomi kita tumbuh baik menurut ukuran dunia yang mengalami persoalan seperti sekarang ini berarti sektor riil sebetulnya juga tumbuh berarti ekspor, investasi juga tumbuh. Namun kita ingin pertumbuhan ini lebih meningkat lagi, lebih berkelanjutan dan lebih berkualitas. Oleh karena itulah, pembahasan kita hari ini disamping ditujukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka pendek, sekaligus kita juga membahas penguatan pilar-pilar perekonomian yang disumbang dari ketiga sektor ini di masa mendatang.

Saya akan menggarisbawahi hal-hal penting yang tadi dilaporkan oleh para pejabat di tiga lembaga itu, serta apa yang saya berikan arahan dan instruksi untuk dijalankan, termasuk dengan apa yang disampaikan oleh WakilPresiden.

Pertama-tama, yang ini juga penting untuk menjadi perhatian kita semua. Tiga tahun lagi, tahun 2015 Asean akan menjadi Asean Community, Komunitas ASEAN. Salah satu pilar dari Asean Community  sebagaimana saudara ketahui adalah Asean Economic Community. Artinya pada tahun 2015 semua negara ASEAN sudah harus siap untuk mengikuti tatanan perekonomian ASEAN yang baru itu. Oleh karena itu kita harus siap. Siap menyangkut daya saing, siap menyangkut kebijakan dan regulasi, siap menyangkut mana kala terjadi integrasi perekonomian di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN ini.

Ini juga menjadi tekanan dalam rapat kita hari ini dengan harapan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan dunia usaha harus sungguh bekerja sama untuk mempersiapkan diri menghadapi integrasi ekonomi ASEAN pada tahun 2015 mendatang.

Hal lain yang juga kita bahas dan kita anggap penting, perlunya sektor industri utamanya industri manufaktur itu lebih menyumbang terhadap penciptaan lapangan pekerjaan. Ini juga berlaku di sektor investasi, mengundang atau menciptakan peluang investasi baik dalam maupun luar negeri yang juga menciptakan lapangan pekerjaaan yang lebih besar.

Kemudian isu lingkungan dalam perdagangan global, ini juga sering menjadi perhatian. Oleh karena itu, industrinya pun kita pastikan juga harus memenuhi standar internasional yang berkaitan dengan lingkungan. Kita juga menggaris bawahi pentingnya hilirisasi atau pengembangan industri hilir. Beberapa saat yang lalu, saya mengatakan Indonesia tidak hanya ingin menjual bahan-bahan galian taetapi kita ingin membangun industri pertambangan, industri mineral.

Oleh karena itulah, peran industri dan peran investasi sangat penting untuk menciptakan keadaaan seperti itu sehingga nilai tambahannya ada, saudara-saudara kita bisa bekerja, ekonomi di daerah bergerak, demikian juga pajak kepada negara akan lebih meningkat. Kita juga menggarisbawahi upaya untuk terus meningkatkan industri pupuk, agar pertanian kita dapat kita jaga dan kita kembangkan, dan juga indutri petrokimia.  Industri baja ini juga sangat penting dan kita senang karena sudah ada investasi dan sekarang sedang berjalan untuk meningkatkan kapasitas produksi baja di negeri ini. Ini berkaitan dengan industrialisasi juga menyumbang implementasi dari MP3EI yang saudara semua sudah mengetahuinya.

Saudara-saudara, disampaikan oleh Menteri Perindustrian bahwa untuk mengembangkan indsutri di negeri kita, untuk lebih menarik bagi dunia investor baik dalam maupun luar negeri  seringkali diperlukan insentif fiskal yang tepat. Ini tentu menjadi bagian dari policy kita dan penting sekali kebikaan itu kita jalankan, benefit-nya atau manfaatnya yang rril. Dengan demikian secara menyeluruh akhirnya negara diuntungkan, rakyat pun juga mendapatkan manfaatnya.

Kita juga menggaris bawahi pentingnya mengembangkan industri perkapalan sebab masa depan Indonesia ketika ekonomi di seluruh tanah air sudah tumbuh, maka agar logistik kita makin efisien dan ketika perdagangan dalam negeri juga meningkat maka transportasi laut itu menjadi amat penting. Oleh karena itu kita juga mendorong bangkitnya industri  perkapalan.

Industri kecil dan menengan, ini terbukti menjadi sabuk pengaman dikala negara mengalami krisis dan berkaitan dengan usaha UMKM. Sebagaimana saudara ketahui pemerintah terus meningkatkan KUR. Hitungannya bukan hanya belasan triliun tapi puluhan triliun tiap tahunnya, dan mudah-mudahan ini betul-betul lebih memperluas lagi kemungkinan atau peluang berusaha bagi industri kecil dan menengah sebagaimana pula bagi UMKM.

Juga dilaporkan kepada saya dan saya dukung penuh Kementerian Perindustrian bersama BKPM untuk bekerja sama dengan pihak luar negeri jadi tentunya semacam kerjasama dengan partner kita di negara lain untuk mengembangkan industri information technology di Indonesia. Kalau ini bisa berkembang maka dalam dua, tiga, empat, lima tahun kita memiliki tiga keutungan. Pertama, akan tercipta lapangan pekerjaan dan ini baik bagi yang disebut intellectual unemployment, mereka yang terdidik tapi belum mendapatkan pekerjaan. Kemudian produknya akan sangat berguna bagi pendidikan kita, untuk pemerintahan kita, untuk bisnis kita. Kemudian komponen itu bahkan bisa kita ekspor dengan branding Indonesia.

Yang terakhir, kita bahas pentingnya untuk meningkatkan kapasitas dan modernitas industri gula di negeri kita. Memang diperlukan lahan yang tidak sedikit sekitar 400.000 hektar. Kita akan terus mengupayakan ketersediaan lahan itu. Saya sudah menyampaikan kepada Kepala BPN bekerja sama dengan provinsi-provinsi untuk mendapatkan lahan itu agar lebih besar lagi kapasitas produksi gula yang bisa kita hasilkan.

Sekaligus untu regenerasi mesin, industri gula dan BUMN juga telah melakukan langkah-langkah kea rah itu. Itulah hal-hal penting yang berkaitan dengan sektor perindustrian yang tadi dilaporkan oleh Menteri Perindustrian, dan telah kita bahas dan saya berikan arahan.

Menyangkut perdagangan, ini juga sektor yang amat penting. Sbenarnya tren perdagangan di Indonesia baik, dari tahun ke tahun meningkat. Sebagai contoh, ekspor kita pada tahun 2011 sudah mencapai 203,5 miliar dollar AS. Ini naik 29% dibandingkan tahun sebelumnya tetapi sekali lagi karena ekspor impor ini adalah bagian dari perdagangan internasional mana kala ada masalah di dunia, di luar negeri, tentu berpengaruh pada cadangan ekspor kita.

Oleh karena itu kita sudah melihat kuartal pertama, ekspor kita menurun. Saya perkirakan, kuartal kedua juga menurun. Tetapi saya masih berharap karena ada berita gembira invetasi justru meningkat. Kalau ini setara maka mudah-mudahan secara utuh pertumbuhan ekonomi kita di kuartal kedua pun masih bisa kita jaga. Saudara masih ingat, kuartal pertama tumbuh 6,3 % tergolong amat tinggi pada situasi sekarang ini. Kalau kita bisa menjaga kuartal kedua juga masih bisa tumbuh 6,3% maka itu akan baik bagi perekonomian kita.

Kita juga ingin meningkatkan volume perdagangan kita utamanya ekspor kita ke negara-negara sahabat, meskipun sekali lagi berbeda dengan beberapa negara misalnya Singapura, Taiwan, Hongkong yang mereka lebih menganut eksport oriented economy, ekonomi yang memang terpilarkan pada ekspor. Negara kita tidak, kita ingin lebih seimbang. Mengingat ekonomi dalam negeri kita juga besar, penduduk kita banyak dengan daya beli yang makin tinggi. Kita ingin menyeimbangkan antara ekspor dengan apa yang kita perdagangkan di dalam negeri. Meskipun demikian, kita bertekad dan tadi Menteri perdagangan juga sudah menyampaikan akan terus mencari peluang-peluang baru pada pasar global.

Menghadai kesiapan ASEAN Economic Community 2015 sama dengan yang kita bahas menyangkut perindustrian tadi. Kemudian era sekarang ini, hampir semua negara di dunia melakukan atau masuk dalam free trade agreement baik secara bilateral maupun secara regional dan multilateral. Kita sudah punya kebijakan dasar bahwa yang kita ingin tuju bukan hanya free trade agreement tapi comprehensive economic partnership yang lebih luas, dikandung maksud ada trade tapi juga ada investment. Trade itu sendiri ada ekspor dan impor dan juga ada investasi. Pendek kata, apa yang sedang berkembang di dunia dan Indonesia tentu sebagai anggota G-20 dan ekonomi terbesar di ASEAN tentu tidak bisa tidak ikut dalam kerja sama yang nyata-nyata membawa keuntungan. Oleh karena itu kita pastikan apaun kerjasama itu dan negara mana pun dalam original grouping apapun kita pastikan kita siap dan agreement-nya betul-betul membawa manfaat yang riil.

Kita juga membahas pentingnya penguatan perdagangan domestik yang semua optimis bahwa perdagangan domestik ini meningkat. Setiap saya berkunjung ke daerah, para gubernur melaporkan kepada saya perdagangan antar pulau, antar daerah itu meningkat pesat. Oleh karena ini juga, itu peluang yang baik di masa depan.

Pesan saya, para gubernur, bupati, walikota juga memperhatikan ketika perdagangan dalam negeri meningkat dengan tajam pastikan yang memperoleh keuntungan jangan hanya para traders, para pedagangnya tetapi perhatikan kesejahteraan para petani, para nelayan, para pengrajin, yang mereka juga menjadi sumber bergeraknya perdagangan dalam negeri. Kalau itu bisa diciptakan maka ekonomi kita akan jauh lebih adil dibandingkan sekarang ini.

Kita juga membahas tadi masalah bahan pokok. Di mata rakyat bahan pokok inilah yang menjadi kepedulian dan kebutuhan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, kita bukan hanya berfikir jangka pendek tapi kita pun berfikir jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendek kita melakukan stabilisasa harga. Manakala ada fluktuasi atau pergerakan atau kenaikan harga bahan pokok kita dengan berbagai cara, dengan menggunakan berbagai instrument yang penting paling tidak, tidak terus menanjak. Dan manakala harga di tingkat dunia sudah kembali normal, kita pun juga harus normal dan  justr lebih baik lagi.

Kita juga membahas, ini urusan perdagangan, saudara sering mendengar kdang-kadang komoditas perdagangan kita sulit masuk di pasar negara-negara tertentu, seperti itu. Tetapi kalau kita tidak waspada di negeri kita diterobos oleh barang-barang yang dijual oleh negara-negara lain. Oleh karena itu kalau kita tidak lakukan sesuatu, kita rugi dua-dua. Menembus pasar global tidak mudah tetapi kita bisa kebanjiran komoditas dari luar negeri. Oleh karena itulah, kita tingkatkan kemampuan SDM serta metodologi, regulasi agar benar-benar Indonesia tidak menjadi korban dari unfair trade yang masih terjadi. Pendek kata, kalau ada barang yang masuk ke Indonesia kalau memang perdagangan itu antara impor dan ekspor, kita mengekspor barang, kita juga mengimpor barang maka negara kita tidak dirugikan. Itu tidak bisa tanpa kemampuan sumber daya kita untuk mengawasi lalu lintas perdagangan seperti itu.

Pengawasan pasar juga menjadi pembahasan tadi, yang artinya kita ingin harga stabilitas harga itu bisa kita jaga kecuali ada kondisi yang ekstrim, misalkan iklim yang berubah luar biasa atau siatuasi dunia seperti sekarang ini yang menyangkut komoditas kedelai dan sejumlah komoditas pertanian yang lain yang memberi persoalan bagi hampir semua negara. Perlindungan konsuman juga menjadi perhatian bukan hanya urusan LSM tetapi pemerintah pun harus betul-betul memberikan perlindungan sebesar-besarnya kepada konsumen kita.

Yang terakhir dari perdagangan. Kita ingin logistik di negeri kita ini termasuk perdagangan di tanah air kita ini betul-betul efisien sehingga sistem distribusi nasional, sistem transportasi nasional termasuk pengembangan sektor-sektor apakah petanian, industri dan jasa harus makin menunjang terciptanya logistic nasional yang makin baik. Oleh karena itu, kita melalui MP3EI sudah mengembangkan semuanya itu, kita ingin Indonesia atau Indonesia bagian Timur yang sekarang membeli barang dan jasa dalam harga yang mahal, dengan upaya yang keras pada saatnya nanti makin kita bikin menjadi normal. Ini memerlukan kerja keras semua, transportasi, perdagangan, aturan dan sebagainya.

Yang terakhir mencakup investasi atau penanaman modal. Kepala BKPM melaporkan tadi, apa yang dilakukan sekarang ini termasuk kabar gembira bahwa ternyata dikala perekonomian dunia seperti ini, investasi perekonomian di Indonesia masih tumbuh dengan baik. Kita ingin menjaga pertumbuhan investasi ini dengan cara memperbaiki iklim investasi, memberikan peluang pada investor dan tentu mengutamakan investor dalam negeri baru kita mengajak sahabat-sahabat kita dunia usaha dari negara sahabat. Investasi ini sangat penting karena kalau kita ingin meningkatkan pertumbuhan kontsibusi pemerintah itu terbatas meskipun alhamdulilah kita punya APBN Tahun 2013 insya allah akan tembus mencapai Rp 1600 triliun lebih, jumlah yang tidak sedikit. Tetapi dikaitkan dengan keperluan investasi di negeri kita tahun mendatang bahkan sampai 2014 maka kontribusi pemerintah itu, sumbangan pemerintah hanya  mencapai 15%. Artinya kita membutuhkan 85% lagi daya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Tercatat misalnya tahun 2014 nanti kita membutuhkan Rp 12.460 triliun agar ekonomi bergerak, agar kita mncapai 7% pertumbuhan dengan asumsi perekonomian dunia segera membaik. Kalau tidak, paling tidak tetap mendekati 7%. Ini harapan kita, untuk itu diperlukan investasi swasta lebih dari 10.000.

Kita ingin BUMN kita lebih fokus, lebih efisien dan betul-betul menjadi kontributor. Saya mengundang swasta, swasta dalam negeri setelah itu baru swasta dari luar negeri untuk melengkapi besaran investasi yang kita harapkan. Tahun demi tahun  bukan hanya sampai 2014 sebenarnya tapi untuk mengimplementasikan MP3EI dengan sasaran yang konkret hingga tahun 2025 mendatang.

 Sama dengan yang saya sampaikan kepada Menteri Perindustrian tadi, kepada kepala BKPM juga saya minta untuk aktif dan cerdas mencari investor dalam dan luar negeri yang investasinya menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas. Contohnya tadi, industri IT. Saya kira bisa diketemukan lagi manufaktur atau investasi yang sekali lagi memberikan kontribusi pada job creation.

Kita juga ingin terus memperbaiki iklim investasi dan kemudahan berusaha easy of doing business. Biasanya investor itu mencari negara atau pemerintah atau daerah yang betul-betul memiliki iklim investasi yang baik dan kemudahan berusaha. Sistem terus kita kembangkan, memang dari saat ke saat terus meningkat, tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin benar-benar mempermudah setiap urusan dengan demikian ekonomi bergerak. Saya berharap di daerah juga begitu, kadang di pusat sudah oke, dia daerah terhenti karena belum baiknya iklim investasi dan belum baiknya kemudahan untuk berusaha artinya yang rugi juga daerah itu sendiri.

Saudara-saudara, sekarang kita lihat dengan era globalisasi dan era perdagangan dunia sekarang ini masing-masing provinsi mencari partner-nya di luar negeri, apakah investasi maupun perdagangan. Ini baik, dalam era desentraliasi maupun otonomi daerah, yang penting mereka dimengertikan bahwa ada sistem nasional yang berlaku. Kemudian kita berikan sosialisasi, fasilitasi, bahkan kalau diperlukan edukasi agar kerja sama daerah dengan negara sahabat itu membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi daerah itu, dan tidak justru dimanfaatkan karena yang lebih beruntung justru partner-nya bukan negara kita sendiri.

Kita juga membahas dan ini saudara-saudara ketahui sebenarnya tantangan untuk meningkatkan produksi gas dan listrik di dalam negeri sekaligus distribusinya sebab industri kita akan berkembang kalau pasokan gas dan listrik juga kurang. Ini bukan hanya menjadi prioritas tapi terus kita jalankan dari masa ke masa.

Juga diangkat hambatan investasi yang seinrg terjadi karena lahan, karena lambatnya perijinan karena lambatnya pula implementasi untuk investasi itu bisa dijalankan. Oleh karena itu kita juga terus melakukan upaya untuk mempermudah, memberikan kepastian agar segala sesuatunya menjadi hambatan dari segi lahan, ijin lokasi dan tata ruang ini.

Dua hal yang terkahir adalah pembangunan infrasrtruktur dan yang satunya lagi adalah yang saya sebut dengan joint investment. Sering kali investor utamanya dari luar negeri mengeluh karena infrastruktur Indonesia masih kurang. Saya akui memang banyak yang harus kita bangun karena saudara tahu, ketika Indonesia mengalami krisis, cukup lama kita terhenti untuk membangun dan mengembangkan infrastruktur. Sekarang begitu ekonomi tumbuh, terasa kurang. Meskipun kita sudah mengerahkan segala upaya dari APBN dan APBD tetapi tetap ada gap dari apa yang kita harapkan dengan apa yang bisa kita realisasikan. Justru disini kita undang investor seraya pemerintah terus meningkatkan infrastruktur, mereka pun kita ajak bekerja sama mmbangun infrastruktur terutama yang bernilai komersial. Dan masalah joint investment kita ingin kapasitas dan kemampuan dalam negei kita juga meningkat. Industri misalnya,kalau kita hanya menerima kehadiran industri asing maka kita tidak akan kemana-mana. Tapi kalau kita rajin untuk membangun joint investment, joint production dengan kerangka yang baik maka akan terjadi alih teknologi karena kita bisa bekerja sama dengan research and development dan innovation, kita pun bisa bekerja sama di dalam produksinya bahkan penjualannya. Itulah hal-hal penting yang kami bahas dalam rapat koordinasi tadi.