Senin, 30 Juli 2012 - 22:26 WIB
Presiden: Demokrasi Lebih Baik Dari Otoritarian
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 664 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, sistem demokrasi lebih baik dibandingkan dengan sistem otoritarian. Sistem demokrasi yang matang dan memperoleh dukungan luas rakyatnya, akan mampu membangun negara dengan lebih adil dan merata.

"Dengan demokrasi yang matang, yang hidup, dukungan rakyat lebih kuat, pembangunan lebih baik, demokrasi mencapai kematangannya lebih baik dari sistem apapun, mari kita sama-sama matangkan demokrasi kita ini," kata Presiden dalam acara buka puasa bersama di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman, jalan Denpasar III Nomor 8, Kuningan, Jakarta, Selatan, Senin (30/7) petang.

Adapun sistem otoriter, menurut Presiden, mungkin bisa mempermudah semua hal (pembangunan), barangkali bisa menata, mengontrol, tetapi banyak pelajaran di banyak negara pula sistem otoritarian itu menjadi bom waktu di masa depan.

“Di Indonesia, demokrasi saat ini terus berkembang dan berproses untuk menuju kematangan. Dalam proses transformasi tersebut, akan didapati banyak hambatan dan tantangan,” lanjut Kepala Negara.

Ia lantas menunjuk pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah sebagai implementasi pelaksanaan demokrasi di Indonesia, yang saat ini dikembangkan sebagai koreksi atas pembangunan yang sentralistik yang telah gagal sebelumnya.

Presiden menyakini sistem desentralisasi dan otonomi daerah merupakan salah satu jalur menuju pembangunan yang berkeadilan dan merata. Untuk itu, meskipun masih banyak hambatan dan tantangan dalam mewujudkan desentralisasi dan otonomi daerah, harus terus maju.

"Bahwa desentralisasi dan otonomi daerah pilihan kita, koreksi pada masa lalu ketika pembangunan yang terlalu sentralistik. Jangan kita goyah, jangan berbalik arah, desentralisasi dan otonomi daerah yang benar akan lebih membawa keadilan dan pemerataan," kata Presiden.

Dalam RAPBN 2013 yang tengah disusun pemerintah, lanjut SBY, dana desentralisasi daerah-daerah meningkat menjadi lebih dari Rp 500 triliun. Hal ini juga seusai permintaan DPD. Presiden mengajak dana desentralisasi ini dikawal bersama agar tepat sasaran.

"Saya mengajak, marilah ini juga kita kawal dan kita sukseskan agar mencapai sasarannya dan tidak terjadi penyimpangan apapun, tugas kita bersama," Presiden SBY menambahkan.

Acara buka puasa bersama ini diadakan secara bergilir di antara pimpinan lembaga negara. Hari ini kebetulan bertepatan dengan perayaan ke-36 perkawinan SBY dan Ibu Ani.

Hadir dalam acara ini, antara lain, Wapres Boedioni dan Ibu Herawati, Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan duta negara-negara sahabat. Selain itu juga beberapa pengusaha seperti Chairul Tanjung dan Ciputra. (**/ES)