Selasa, 31 Juli 2012 - 15:41 WIB
Menko Polhukam: Jangan Sampai Ada Istilah Cicak Buaya Lagi
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 933 kali



Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, tidak ada sandera menyandera terkait dengan pencarian sejumlah dokumen yang dilakukan oleh penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Korlantas Mabes Polri, Selasa (31/7), terkait dugaan korupsi pengadaan siyang melibatkan Irjen Pol. DS, mantan Kakorlantas Polri.

“Nggak ada sandera menyandera, tapi memang harus dipilih dokumen-dokumen yang ada kaitannya dengan kasus itu saja. Itu kan perlu waktu,” kata Menko Polhukam menanggapi kabar adanya penyanderaan pihak Mabes Polri terhadap penyidik KPK yang melakukan penggeledehan di Gedung Korlantas Mabes Polri.

Menko Polhukam Djoko Suyanto mengaku sudah menyampaikan komunikasi dengan pimpinan KPK dan Kapolri, agar tidak terjadi lagi istilah cicak buaya, yang dulu sempat diramaikan saat mantan Kabareskrim Letjen Susno Duadji menghadapi penyidikan KPK.

“Jangan sampai ada istilah cicak buaya lagi. Kedua lembaga (KPK dan Polri) harus bersinergi untuk menyelesaikan kasusnya,” ucap Djoko.

Jurubicara KPK Johan Budi sebelunya menyampaikan, bahwa pencarian dokumen di Gedung Koralntas Mabes Polri itu terkait dengan penetapan KPK kepada mantan Kakorlantas Irjen Pol DS  sebagai tersangka pengadaan kendaraan simulator untuk pembuatan SIM di Korlantas Polri untuk tahun anggaran 2011.(IML/ES)