Minggu, 05 Agustus 2012 - 09:37 WIB
Hingga 30 Juli: Kemhan, Kemdikbud, PU, dan Polri Penyerap Anggaran Terbanyak
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 815 kali



Sebanyak 4 (empat) instansi yaitu Kementerian Pertahanan (Kemhan), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga 30 Juli lalu menjadi Kementerian/Lembaga (K/L) yang menyerap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 terbesar dibandingkan dengan K/L yang lain.

Berdasarkan data yang dikutip dari Ditjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan total jumlah anggaran yang diserap oleh keempat K/L itu sudah melebihi Rp 102 triliun. Rinciannya adalah  Kementerian Pertahanan sebesar Rp 35,057 triliun (47,76% dari pagu Rp 73,399 triliun, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp 27,321 triliun (42,11% dari pagu Rp 64,876 triliun), Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp 21,383 triliun (34,37% dari pagu Rp 62,213 triliun), dan Polri sebesar Rp 20,091 triliun (50,30% dari pagu Rp 39,947 triliu).

Meski menyerap anggaran terbesar dari segi jumlah, namun keempat K/L itu tidak otomatis menjadi K/L yang tingkat penyerapan anggarannya tertinggi. Dari sisi prosentase, penyerapan anggaran K/L yang tertinggi adalah BKKBN yaitu 51,32% (Rp 1,330 triliun dari pagu Rp 2,593 triliun), disusul Polri 50,3%, Kementerian Riset dan Teknologi 50,07% (Rp 322,206 miliar dari pagu Rp 643,492 miliar), dan Badan Standarisasi Nasional sebesar 49,67% (Rp 36,880 miliar dari pagu Rp 74,257 miliar).

Secara keseluruhan dari 84 K/L yang mendapatkan alokasi APBN-P 2012, sebanyak 25 K/L tingkat penyerapannya di atas 40%, 28 K/L tingkat penyerapannya antara 30%-39%, 20 K/L tingkat penyerapannya antara 20%-29%, 8 K/L tingkat penyerapannya antara 10%-19%, dan masih ada 3 K/L yang tingkat penyerapan anggarannya masih di bawah 10%.

K/L yang penyerapannya di atas 40% di antaranya adalah BPKP 47,37% (Rp 523,267 miliar)), MA 47,15% (Rp 2,411 triliun), LIPI 47,15% (Rp 332,175 miliar), Kementerian Pertanian 44,93% (Rp 8,052 triliun), dan Kejaksaan 42,87% (Rp 1,616 triliun).

Adapun K/L yang penyerapannya antara 30%-39% di antaranya adalah BNP2TKI 39,16% (Rp 111,858 miliar), Mahkamah Konstitusi 38,88% (86,443 miliar), Kementerian Sosial 38,41% (Rp 1,755 triliun), Kementerian Kesehatan 38,18% (Rp 11,573 triliun, dan Kementerian Dalam Negeri 36,21% (Rp 6,555 triliun).

K/L yang tingkat penyerapan anggaran antara 20%-29% di antaranya adalah Sekretariat Kabinet 29,63% (Rp 62,261 miliar), PPATK 27,57% (Rp 21,814 miliar), Kementerian Perencanaan Pembangunan Naional 27,50% (Rp 205,990 miliar), Kementerian Komunikasi dan Informatika 27,26% (Rp 884,885 miliar), dan Kementerian Kehutanan 23,93% (Rp 1,509 triliun).

K/L yang tingkat penyerapan anggaran antara 10%-19% di antaranya adalah Kementerian Sekretariat Negara 18,64% (Rp 503,780 miliar), Kementerian PDT 17,03% (Rp 171,325 miliar), dan Kementerian ESDM 13,44% (Rp 2,121 triliun.

Adapun K/L yang tingkat penyerapan anggarannya terendah, dan masih dibawah 10% adalah Kemenpora 7,34% (Rp 128,694 miliar dari pagu Rp 1,754 triliun), Badan Pengembangan Wilayah Suramadu 7,18% (Rp 21,510 miliar dari pagu Rp 299,556 miliar), dan Kementerian Perumahan Rakyat 4,85% (Rp 223,231 miliar dari pagu Rp 4,601 triliun). (Pusdatin, ES)