Jumat, 10 Agustus 2012 - 17:32 WIB
Cegah Krisis, Presiden Minta Pimpinan Bank Hindari Kasus Century
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 919 kali



Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada pimpinan perbankan  untuk mengelola bank dengan sebaik-baiknya,  agar tidak terulang krisis perekonomian yang dipicu oleh krisis Bank Century pada pada 2008-2009. Presiden menyampaikan pesan tersebut saat membuka Sidang Kabinet  Terbatas (10/8) di Gedung Bank Rakyat Indonesia l Jakarta, Jumat (10/8).

Lebih lanjut Presiden mengingatkan betapa besarnya dampak salah mengelola bank karena dapat memicu malapetaka perekonomian.

“Meskipun ada resiko politiknya untuk memberikan penyertaan modal sementara atas Bank Century yang jumlah sekitar 600 juta dollar, political costnya tinggi sekali sampai setahun kurang lebih, meskipun tidak segera. Pada saat diambil tindakan menyelesaikan masalah tidak terjadi krisis, tidak ada apa-apa tetapi setahun kemudian lantas menjadi isu besar,” ungkap SBY.

Dalam acara yang dihadiri oleh 3 Menko, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, Dirut BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dll itu, Presiden menyebutkan bahwa jumlah penyertaan modal kepada Bank Century belum seberapa dibandingkan bail out negara lain yang juga dilakukan dengan tujuan yang sama. “Sekarangpun krisis 2011-2012 ada bank di Eropa yang sekali bailout itu memerlukan anggaran 100 miliar dollar AS setara hampir Rp 1.000 triliun,” kata presiden membandingkan.

Oleh karena itu, Kepala Negara berpesan kepada pimpinan perbankan agar mengelola bank dengan baik, jalankan misi baik untuk perekonomian maupun untuk rakyat kita juga dengan baik. "Keliru lalai apalagi ada penyimpangan dampaknya luar biasa,” pesan presiden.

(Humas Setkab/ES)