Cegah Krisis, Presiden Minta Pimpinan Bank Hindari Kasus Century
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 612 kali
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta kepada pimpinan perbankan untuk mengelola bank dengan sebaik-baiknya, agar tidak terulang krisis perekonomian yang dipicu oleh krisis Bank Century pada pada 2008-2009. Presiden menyampaikan pesan tersebut saat membuka Sidang Kabinet Terbatas (10/8) di Gedung Bank Rakyat Indonesia l Jakarta, Jumat (10/8).
Lebih lanjut Presiden mengingatkan betapa besarnya dampak salah mengelola bank karena dapat memicu malapetaka perekonomian.
“Meskipun ada resiko politiknya untuk memberikan penyertaan modal sementara atas Bank Century yang jumlah sekitar 600 juta dollar, political costnya tinggi sekali sampai setahun kurang lebih, meskipun tidak segera. Pada saat diambil tindakan menyelesaikan masalah tidak terjadi krisis, tidak ada apa-apa tetapi setahun kemudian lantas menjadi isu besar,” ungkap SBY.
Dalam acara yang dihadiri oleh 3 Menko, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, Dirut BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dll itu, Presiden menyebutkan bahwa jumlah penyertaan modal kepada Bank Century belum seberapa dibandingkan bail out negara lain yang juga dilakukan dengan tujuan yang sama. “Sekarangpun krisis 2011-2012 ada bank di Eropa yang sekali bailout itu memerlukan anggaran 100 miliar dollar AS setara hampir Rp 1.000 triliun,” kata presiden membandingkan.
Oleh karena itu, Kepala Negara berpesan kepada pimpinan perbankan agar mengelola bank dengan baik, jalankan misi baik untuk perekonomian maupun untuk rakyat kita juga dengan baik. "Keliru lalai apalagi ada penyimpangan dampaknya luar biasa,” pesan presiden.
(Humas Setkab/ES)

- Bentuk Tim Investigasi Insiden Freeport, Jero Wacik: Selaku Menteri Saya Memihak Rakyat (28)
- Envoy Presiden RI: Agenda Pembangunan Global Pasca 2015 Cerminkan Tiga Pilar (43)
- Presiden SBY Lantik Letjen Moeldoko Jadi KSAD (96)
- Pemerintah Usulkan Harga Premium Jadi Rp 6.500, Solar Rp 5.500 (179)
- Hatta Berharap Nasib Jembatan Selat Sunda Segera Diputuskan (134)
- BULOG Resmi Tangani Pengamanan Harga dan Penyaluran Kedelai (221)
- "Bohong Besar SBY Menyetujui Papua Merdeka Pasca Pilpres 2014" (658)
- Sesalkan Frans Magnis, Seskab: Presiden SBY Tidak Pernah Meminta Penghargaan (415)
- Sekjen: Indonesia Negara Penting dalam Organisasi D-8 (224)
- Kepala BIN dan Menteri ESDM Tepis Adanya Penolakan Kunjungan ke Freeport (330)



