Jumat, 10 Agustus 2012 - 17:46 WIB
Per 13 Juli, Pemerintah Sudah Salurkan KUR Rp 17 Triliun
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 1127 kali



Presiden Susilo Bambang mengingatkan dunia keuangan dan perbankan untuk terus
meningkatkan kesejahteraan rakyat mengurangi kemiskinan dan pengangguran  dengan mengerakan usaha mikro usaha kecil dan usaha menengah.

“Dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kita lakukan, yang saudara salurkan juga salah satu jalan atau cara yang efektif untuk mengerakan usaha mikro dan usaha kecil utamanya yang langsung maupun tidak langsung berkontribusi untuk pengurangan kemiskinan dan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan rakyat, itu yang pertama,” kata Presiden dalam pidato pengantar Sidang kabinet terbatas mengenai perkembangan kemajuan penyaluran kredit untuk usaha kecil,mikro, dan menengah, kredit untuk rakyat (KUR) di Gedung BRI Pusat, Jakarta, Jumat (10)8).

Sidang kabinet ini selain dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono, juga dihadiri oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Menteri Perindustri MS. Hidayat, Kepala Bappenas Armida Alisyahbana, Dirut BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan pimpinan bank-bank pelaksana penyaluran KUR.

Presiden mengatakan walaupun bertempat di BRI, rapat terbatas juga membahas kemajuan penyaluran KUR yang dilakukan oleh berbagai bank baik pusat maupun daerah yang terus terang memiliki manfaat yang besar.

Dari target penyaluran sebesar Rp 30 triliun, pada Semester I tahun 2012 (Januari – Juni 2012), Pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 15,73 triliun kepada 919,6 ribu debitur.  Dengan demikian, secara kumulatif penyaluran KUR sejak 2007 sampai Juni 2012 telah mencapai Rp 79,15 triliun dengan jumlah debitur 6,6 juta.

KUR sebesar Rp 15,73 triliun itu disalurkan pada sektor perdagangan (49%), sektor lain-lain sebesar 24,6%, sektor pertanian dan perikanan 16,3%, industri pengolahan 2,5% dan gabungan sisa lainnya sebesar 7,7%. Khusus  KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sampai dengan Juni 2012 telah disalurkan Rp 17 miliar untuk 1.698 orang.

Per 13 Juli 2012, capaian penyerapan kredit usaha rakyat (KUR) tahun ini tercatat mendekati Rp 17 triliun. Jumlah itu sudah melampaui 50% dari target tahun ini sebesar Rp 30 triliun.

Lebih lanjut Presiden meminta kalangan perbankan untuk terus menggerakan, mengembangkan dan mengaplikasikan financial inclusion.  “Setiap menghadiri G-20 saya selalu mengingatkan pemimpin dunia disitu juga ada World Bank, disitu juga ada IMF, itu ada Regional Development Bank, agar yang dipikirkan jangan hanya global financial stability misalkan, global financial system agar ekonomi bergerak ekonomi dunia tumbuh. Tetapi saya selalu ingatkan think about pembangunan, about social protection, about narrowing gap between the have and the have not, termasuk financial inclusion,” kata Presiden.

Survei Bank Dunia pada 2009 menyebutkan, sekitar 32% dari masyarakat Indonesia atau 76 juta penduduk masih dalam kondisi financially excluded, yaitu belum tersentuh jasa yang paling dasar dari sektor keuangan seperti bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan lembaga-lembaga lain. Karena itu, untuk memperluas akses masyarakat terhadap jasa keuangan BI meluncurkan program National Strategy Financial Inclusion (NSFI).(Humas Setkab/ES)