Senin, 27 Agustus 2012 - 13:22 WIB
TRANSKRIPSI KETERANGAN PERS PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA RATAS KASUS SAMPANG KANTOR PRESIDEN, 27 AGUSTUS 2012
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 865 kali


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Bismillahirrahmanirahim,

Saudara-saudara sebagaimana saudara ketahui kemarin terjadi lagi di Sampang, Madura, Jawa Timur, aksi kekerasan yang menimbulkan 2 korban jiwa, sejumlah  luka-luka, dan kerusakan harta benda dalam hal ini sekitar 135 rumah warga yang dibakar.

Kejadian ini sungguh kita sesalkan dan terus terang mencoreng kerukunan dan ketentraman dalam kehidupan masyarkat kita, utamanya masyarkat di wilayah Sampang itu. Terlebih saudara-saudara, sekarang ini sesungguhnya kita masih berada dalam suasana lebaran, setelah baru saja umat Islam menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan dan Alhamdulilah pada hakekatnya kita semua lulus dalam menjalankan ibadah puasa yang penuh dengan tantangan itu. Sehingga sangat disesalkan kalau harus terjadi lagi peristiwa seperti itu.

Oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak seluruh rakyat Indonesia, termasuk pemuka agama dan tokoh masyarakat marilah situasi yang baru kita bangun ini dengan baik selama bulan suci Ramadhan dan kemudian kita tindak lanjuti dengan acara salaing maaf-memaafkan kembali ke fitrah dan berhalal bihalal itu bisa kita jaga.

Apa yang terjadi di Sampang ini adalah kejadian kedua kalinya setelah pada bulan Desember Tahun 2011 yang lalu juga terjadi, Desember 2011, Agustus 2012. Jadi katakanlah dalam satu tahun ada 2 kali aksi kekerasan yang terjadi di wilayah itu.

Saya telah berkomunikasi dan Gubernur Jawa Timur tadi pagi saya mendapatkan penjelasan yang relatif lengkap, demikian juga para menteri juga memberikan tambahan penjelasan kepada saya tentang apa yang sesungguhnya terjadi di Sampang itu, baik pada bulan Desember tahun yang lalu maupun kemarin, tanggal 26 Agustus ini.

Memang persoalannya kompleks, disatu sisi memang berkaitan dengan keyakinan, tetapi disisi yang lain juga merupakan konflik internal keluarga yang akhirnya saling bertautan dan karena masing-masing punya pengikut terjadilah insiden atau aksi kekerasan yang sangat kita sesalkan itu. Sungguh pun masalahnya kompleks dan tidak murni hanya perbedaan keyakinan diantara kedua komonitas itu, tapi bagaimanapun harus ada solusinya.

Berkaitan dengan solusi setelah mendengarkan apa yang dilaporkan oleh para menteri, Kapolri, Kabin, Gubernur Jawa Timur tadi, saya menilai memang ada yang belum optimal. Pertama, maksud saya yang mengait pada solusi maupun terjadinya insiden kekerasan kemarin itu. Pertama, intelejensi, intelejen lokal dalam hal ini, baik intelejen kepolisian maupun intelijen komando teritorial TNI. Mestinya kalau intelijen itu bekerja dengan benar dan baik akan lebih bisa diantisipasi, dideteksi keganjilan yang ada di wilayah itu. Demikian juga mengingat sering terjadi, baik pasca Idul Fitri dan juga di tempat itu akarnya masih ada.

Oleh karena itu sewajibnya jajaran pemerintah daerah juga melakukan antisipasi yang riil sehingga tidak mendadak dan terlambat melakukan respon. Demikian juga kita soroti kesiagaan dan respon Polri yang tentunya dibantu oleh TNI pun juga menjadi catatan. Disamping sebagaimana yang saya sampaikan tadi yang saya menilai bahwa penyelesaian peristiwa yang terjadi pada bulan Desember 2011 itu juga tidak tuntas benar.

Oleh karena itu saudara-saudara setelah saya membahas bersama Wakil Presiden, para menteri, juga perlu komunikasi dengan Gubernur Jawa Timur maka kita berharap agar masalah yang terjadi di Sampang itu segera bisa diatasi dan segera pula dicarikan solusinya yang utuh dan harapan saya secara permanen bisa mencegah terjadinya kasus-kasus serupa. Ini memerlukan keterpaduan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah. Daerah disini, baik Jawa Timur maupun Sampang. Keterpaduan secara horisontal, jajaran intelejen, Kepolisian, TNI, pemerintah daerah, bahkan pemuka agama, tokoh masyarakat, dan semua pihak. Dengan harapan bisa dicegah kekerasan-kekerasan serupa di masa depan.

Saya juga meminta kepada jajaran penegak hukum, baik Kepolisian, Kejaksaan, dan harapan saya juga jajaran Mahkamah Agung untuk benar-benar menegakan hukum secara tegas dan adil. Kalau tidak tegas dan adil memancing hal yang serupa di masa depan. Kalau tegas dan adil kalau kesalahannya berat, hukumannya juga berat, maka itu akan baik bagi negara kita. Dengan demikian tidak begitu saja warga negara kita, komunitas atau pihak-pihak tertentu, melakukan kekerasan dan pelanggaran hukum seperti itu.

Saya juga meminta pemerintah daerah Jawa Timur karena dalam batas kemampuan mereka kalau pemerintah pusat harus membantu kita akan membantu untuk membantu mereka-mereka yang menjadi korban insiden ini, apakah rumahnya dibakar, atau yang luka-luka secara adil bagi kedua belah pihak adil, tapi marilah kita berikan bantuan baru saja mereka melaksanakan ibadah puasa, baru berlebaran, tiba-tiba harus mengalami musibah katakanlah atau kejadian seperti itu.

Yang terakhir saudara-saudara  saya sungguh berharap para pemimpin dan pemuka agama, tokoh-tokoh masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah utamanya pemerintah daerah kembali menenangkan umat mereka semua membimbing mereka untuk tidak melakukan aksi-aksi kekerasan dan tindakan main hakim sendiri yang itu juga bertentangan dengan nilai dan ajaran agama.

 Itulah yang ingin saya sampaikan dan kepada saudara semua dan setelah ini pemerintah, baik pusat maupun daerah beserta para aparat keamanan dan penegak hukum akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan dan sekali lagi saya meminta dukungan masyarakat luas  agar apa yang terjadi di Sampang kemarin bisa kita atasi dan kemudian hukum ditegakkan seraya kita cegah hal-hal serupa terjadi lagi di masa depan.

Demikian saudara-saudara terima kasih.