Selasa, 28 Agustus 2012 - 11:55 WIB
IAEA Undang Menristek Jadi Pembicara Kunci Masalah Pangan dan Nuklir
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 740 kali


Badan Tenaga Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) mengundang Menteri Negara Riset dan Tekonologi, Prof. Dr. Gusti Muhammad Hatta untuk menghadiri Sidang Tahunan organisasi tersebut, yang akan diselenggarakan di Wina, Australia, 17-21 September mendatang. Indonesia merupakan anggota Dewan Gubernur IAEA periode 2011-2013.

Undangan untuk Menristek itu telah disampaikan melalui surat yang ditandatangani oleh Dirjen IAEA, Yukiya Amano, beberapa waktu, dan diperkuat oleh surat dari Dubes Indonesia di Wina, Austria, I Gusti Agung Wesaka Puja, kepada Menristek untuk dapat menjadi Ketua Delegasi RI ke Sidang Tahunan IAEA ke-56 sebagaimana selama ini dilakukan dalam sidang-sidang tahunan IAEA.

Sidang Tahunan IAEA ke-56 yang akan dihadiri oleh perwakilan seluruh negara anggota dan lembaga-lembaga internasional terkait merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi di IAEA.  “Dalam rangkaian sidang tahunan tersebut, juga akan diselenggarakan Scientific Forum yang membahas  kemajuan iptek nuklir dan pemanfaatannya untuk tujuan damai dan kesejahteraan, khususnya dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh negara-negara berkembang,” tulis Yukiya Amano.

Indonesia dipandang sebagai salah satu negara yang berhasil dalam memanfaatkan teknologi nuklir di bidang pangan. Hasil-hasil riset yang telah dicapai dan dampak sosial ekonomi dari peanfaatan hasil riset tersebut, khususnya dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan (misalnya padi dan kedelai) telah dirasakan masyarakat petani di berbagai wilayah di tanah air. Keberhasilan Indonesia itu telah mendapat pengakuan dari IAEA sebagaimana yang dinyatakan oleh Dirjen IAEA dan 2 Deputi Dirjen IAEA saat berkunjung ke Indonesia pada tahun 2011 lalu.

IAEA juga memandang sudah saatnya bagi Indonesia untuk melakukan transfer teknologi di bidang produksi pangan itu untuk negara-negara anggota IAEA lainnya yang membutuhkan, dan diharapkan dapat mendukung program IAEA dalam kerjasama teknik antar negara berkembang (technical cooperation among developing countries)

Statemen Indonesia

Menristek Gusti Muhammad Hatta dijadwalkan akan menyampaikan statemen Indonesia dalam Sidang Umum IAEA pada 17 September. Selanjutnya pada 18 September, Menristek Gusti Muhammad Hatta dijadwalkan menjadi pembicara kunci pada acara pembukaan 2012 IAEA Forum on Nuclear Application related to Food Production, Protection and Safety, serta membuka Pameran Iptek Nuklir pada forum tersebut.

Menristek juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke Austrian research Center (ARC) Seibersdorf guna menjajaki perluang kerjasama Iptek anar dua negara, terutama terkait dengan biogenetic-natural resources. Hal ini penting, mengingat Indonesia mempunyai kekayaan keanekaragaman hayati (biodiversity) yang perlu dioptimalisasikan lebih lanjut. (ES)