Kamis, 27 Desember 2012 - 04:00 WIB
Realisasi APBN 2012 Tidak Jauh Dari Prakiraan
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 3456 kali



Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 akan lebih dari pertumbuhan 2012.

Usai sidang  sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Rabu (26/12) malam, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan realisasi APBNP 2012 tidak jauh dari prakiraan. Pendapatan negara yang diperkirakan dalam APBNP sebesar Rp 1358,2 triliun outlooknya Rp 1333,3 triliun atau sekitar 98,2 persen. “ Tapi ini masih outlook karena belum selesai, masih ada beberapa hari lagi," kata Hatta.

Menurut Hatta, terjadi peningkatan pada penerimaan negara bukan pajak sekitar 101,9 persen atau hampir 102 persen dari perkiraan, walaupun penerimaan negara dari pajak hampir sekitar 97 persen.
Dari keseluruhan  defisit yang semula diperkirakan 22,2 persen  realisasi jauh dari itu diperkirakan 1,87 persen.

Hatta menegaskan adanya peningkatan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)  yang di dalam APBNP diperkirakan Rp 137,4 triliun atau 40 juta kilo liter, perkiraan realisasinya 211,9 trilun atau 45,2 juta kilo liter.

Lifting minyak yang diperkirakan 930 ribu barel perkiraan realisasinya 863 ribu barel namun gas meningkat di atas 1,2 juta setara barel minyak. Dengan demikian maka penerimaan sektor migas tidak terganggu dari perkiraan semula.

Pertumbuhan ekonomi, kata Hatta, diperkirakan tidak akan kurang dari 6,3 persen.

Sedang dari pasokan diluar sektor migas, pertumbuhan industri manufaktor ekspansif, dari perkiraan sekitar 5,7 diluar migas, maka sudah diatas 6 persen. Sedang kalau termasuk sektor migas maka pertumbuhan sekitar 5,3 - 5,4 persen

Sektor ekspor, Menurut Hatta, mengalami tekanan dari perkiraan Rp 190 tiliun realisasinya sekitar Rp 160 tiliun. Tapi menurut Hatta, penyebab menurunnya ekspor bukan akibat komoditi Indonesia tidak masuk di pasar, melainkan akibat menurunnya harga-harga komoditi.

Secara keseluruhan belanja masih diatas 90-an persen dengan realisasi perkiraan sekitar  97 persen, karena realisasi subsidi BBM belum selesai.(Humas Setkab/WID/ES)