imagesbannertop
HOT PRESS
 User online saat ini  7 tamu
 Anda Pengunjung Ke : 197639
Soal Pesawat Kepresidenan, Pemerintah Belum Mengeluarkan Satu Sen pun
Jumat, 05 Februari 2010 07:50

Jakarta: Ide pembelian pesawat kepresidenan bermula dari DPR. Pemerintah sampai sekarang belum satu sen pun mengeluarkan uang untuk rencana pembelian pesawat Boeing 737-800 tersebut. Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengatakan hal itu dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (4/2) sore.

”Satu sen pun belum ada keluar uang negara untuk itu,” tegas Mensesneg. "Ide pembelian itu datang dari DPR, atas dasar pemikiran bahwa membeli pesawat akan lebih murah dibandingkan dengan menyewa. Setelah kita hitung-hitung, memang benar,".

Pesawat yang dimaksud adalah pesawat Boeing 737-800 sejarga 85.4 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp 800 miliar. Selama ini, sewa pesawat dari Garuda Indonesia untuk Presiden dan Wapres setahun sekitar Rp 180 miliar. Lima tahun menjadi Rp 900 miliar.

Dengan perhitungan seperti itu, membeli pesawat merupakan opsi lebih murah.  Mensesneg Sudi Silalahi menjelaskan ”Pesawatnya nanti akan jadi milik kepresidenan. Siapapun nanti yang menjadi presiden akan bisa menggunakan pesawat itu, Kita ini negara besar, satu-satunya yang enggak punya pesawat kepresidenan.

Dalam keterangan pers tersebut, Mensesneg juga menyinggung soal pembangunan pagar Istana Presiden dan Wakil Presiden. Diperkirakan biayanya Rp 22.5 miliar. ”Setelah kita cek, ternyata total semuanya hanya Rp 14 miliar. Total panjangnya kita hitung 3 kilometer kurang sedikit.” tambah Mensesneg Sudi Silalahi.

Dana Rp 14 miliar juga termasuk untuk sistem keamaan pendukung, seperti CCTV. Mensesneg juga menambahkan ”Ide itu datang dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), ketika keselamatan Presiden terancam,” .

Dalam pernyataan pers ini, Mensesneg Sudi Silalahi didampingi Jubir Presiden, Julian Aldrin Pasha, dan beberapa staf Sekertaris Negara. (arc,www.presidensby.info)