» Galeri Buku

Batik and Borobudur An Adventure in Paitings
ISBN:978-602-9347-01-2
Author:Dipo Alam
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Yayasan Dandara Amal Indonesia
Tanggal Terbit:Oktober 2013
Jumlah Halaman:-
Deskripsi:

Buku Batik & Borobudur: Pengembaraan dalam Lukisan adalah buku batik kedua yang dibuat oleh Dipo Alam setelah buku Indonesian Batik, A Journey in Pantings. Batik masih menjadi sentral utama dalam buku kedua ini. Namun sedikit berbeda dengan buku pertama yang bercerita mengenai kecintaan penulis terhadap keindahan batik Indonesia, kali ini Dipo Alam menampilkan Batik dan Candi Borobudur untuk secara khusus menyambut kedatangan Presiden China Xi Jinping dan Istrinya Madam Peng Li Yuan ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013. Karena itulah, Buku ini tidak hanya dibuat dalam versi bahasa Indonesia dan Inggris seperti buku pertama, namun juga versi bahasa mandarin.

Melalui seni dan budaya yang direpresentasikan oleh Batik dan Candi Borobudur dua khazanah perbendaharaan budaya Indonesia yang diakui oleh UNESCO sebagai World Cultural Heritage Dipo Alam berharap hubungan Indonesia dan China akan semakin erat. Citra keindahan, kebersihan, kedamaian, dan kesejahteraan kedua negara ditonjolkan sebagai sebuah harapan agar Indonesia dan China dapat berjalan berdampingan dengan penuh harmony untuk bergerak dari tahapan emerging economy menuju tahapan developed country. Warna-warna dominan yang digunakan dan disukai Dipo Alam seperti biru, hijau, dan turqoisse (pirus), dalam lukisannya kali ini juga mewakili harapan agar Indonesia dan China dapat menjadi pilar kestabilan dan kemakmuran Asia dan bahkan dunia, karena warna-warna tersebut melambangkan kedamaian, ketentraman dan keindahan.


Merampas Aset Koruptor Solusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
ISBN:978-979-709-703-5
Author:DR. Muhammad Yusuf
Bahasa:Indonesia
Penerbit:PT Kompas Media Nusantara
Tanggal Terbit:Mei 2013
Jumlah Halaman:273
Deskripsi:
Praktek korupsi di Indonesia sudah merajalela bagaikan gurita, merusak semua system dan sendi kehidupan bernegara. Sebagian pelakukanya berhasil dipenjarakan, tapi sebagian lagi masih bisa lolos. Hukuman fisik berupa penjara kurang memberikan efek jera bagi para koruptor. Salah satu solusinya adalah dengan melakukan perampasan asset koruptor. Namun perampasan asset dihadapkan pada hambatan utama berupa tidak adanya kebijakan regulasi yang memadai tentang perampasan harta benda tanpa melalui proses peradilan pidana (non conviction based).

Oleh karena itu diperlukan adanya pembaharuan hukum yang memungkinkan diakomodasinya pelaksanaan non conviction base stolen asset recovery, yang mencakup tentang pembekuan (freezing), perampasan (seizure), dan penyitaan (confiscation) harta benda tanpa perlu dibuktikan keterlibatan ataupun kesalahan pelaku dalam suatu proses pidana. Penegakan hukum cukup dilakukan dengan melakukan penelusuran harta kekayaan yang dimiliki tersangka, yang lalu ditindaklanjuti dengan penyeleidikan dan penyidikan dalam upaya mengembalikan harta Negara.

Miskinkan Koruptor! Pembuktian Terbalik Solusi Jitu yang Terabaikan
ISBN:978-979-18386-5-8
Author:DR. Muhammad Yusuf
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Pustaka Juanda Tigalima
Tanggal Terbit:Mei 2013
Jumlah Halaman:251
Deskripsi:
Pembalikan beban pembuktian berkenaan dengan proses pembuktian kesalahan terdakwa di depan persidangan bukanlah bersifat pembalikan beban pembuktian (Omkering van Het Bewijlast/Reversal Burden of Proof) yang murni atau absolute, melainkan pengalihan/pergeseran beban pembuktian ("shifting burden of proof"). Hal ini dikarenakan dalam pembuktian kesalahan terdakwa, kewajiban pembuktian tetap berada pada penuntut umum, sedangkan terdakwa hanya berkewajiban menjelaskan tentang asal-usul harta kekayaan yang dimilikinya (terkait dengan tindak pidana yang didakwakan atau tidak). Dengan kata lain, penerapan pembalikan beban pembuktian haruslah didahului oleh proses hukum, yaitu penyidikan dan penuntutan yang dilakukan oleh penyidik dan penuntut umum. Terdakwa secara normatif dibebani kewajiban untuk membuktikan bahwa harta bendanya dan keluarganya yang terkait dengan perkara dimaksud bukanlah diperoleh dari tindak pidana korupsi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 dan Pasal 38 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perkembangan Ekonomi Indonesia 2012 dan Outlook 2013
ISBN:
Author:Tim Staf Khusus Presiden Bid. Ekonomi & Pembangunan
Bahasa:Indonesia
Penerbit:
Tanggal Terbit:Januari 2013
Jumlah Halaman:-
Deskripsi:
Kinerja perekonomian Indonesia 2012 menunjukkan pergerakan yang sangat positif, terutama bila mempertimbangkan situasi perekonomian global yang masih lesu terperangkap dalam krisis utang yang melanda negara - negara Uni Eropa dan belum pulihnya perekonomian Amerika Serikat. Pertumbuhan Indonesia pada kuartal III 2012 mencapai 6,17 persen yoy (year on year), dan pada akhir 2012 diperkirakan akan berada pada kisaran 6,2-6,3 persen. Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi, menggantikan sektor eksternal yang cenderung melemah akibat krisis global. Pada tingkat regional, pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui India, dan hanya berada di bawah China. Pertumbuhan ekonomi yang konsisten ini juga dibarengi dengan stabilitas indikator makro ekonomi lainnya seperti tingkat inflasi terkendali rendah, aliran penanaman modal yang meningkat hingga 27%, partumbuhan kelas menengah, peningkatan pendapatan per kapita, dan cadangan devisa yang terjaga pada kisaran di atas 100 miliar USD.

Perampasan Aset Tanpa Tuntutan Pidana Solusi Pemberantasan Korupsi di Indonesia
ISBN:978-979-18386-4-1
Author:DR. Muhammad Yusuf, S.H., M.M.
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Pustaka Juanda Tigalima
Tanggal Terbit:Januari 2013
Jumlah Halaman:285
Deskripsi:
Buku ini diangkat dari disertasi penulis yang sejak tahun 2011 menjabat sebagai Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Disertasi ini ditulis dengan tujuan untuk menganalisis kebijakan perampasan asset berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, dan kebijakan hukum perampasan asset tanpa tuntutan pidana berdasarkan konvensi PBB Anti Korupsi Tahun 2003 (UNCAC) sehingga dapat secara efektif mengembalikan keuangan negara.

Berdasarkan pembahasan dan analisisnya yang merujuk pada beberapa teori seperti Teori Negara Kesejahteraan, Teori Hukum Pembangunan, dan Teori Keseimbangan Kemungkinan (Balanced Probabilities Principles), disertasi ini menghasilkan dua kesimpulan. Pertama, penerapan perampasan asset berdasarkan UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001, baik perampasan melalui jalur pidana maupun gugatan perdata, belum berhasil secara maksimal untuk mengembalikan kerugian keuangan negara sehingga diperlukan suatu kebijakan hukum dalam upaya pengembalian kerugian keuangan negara dimaksud melalui perampasan asset tanpa tuntutan pidana sesuai dengan Konvensi PBB Anti Korupsi Tahun 2003. Kedua, kebijakan hukum perampasan asset tanpa tuntutan pidana sesuai dengan Konvensi PBB Anti Korupsi Tahun 2003 dapat digunakan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi perampasan asset tindak pidana karena kebijakan tersebut membuka kesempatan luas untuk merampas segala asset yang diduga merupakan hasil dari tindak pidana, serta asset-aset lain yang patut diduga sebagai pengganti asset hasil tindak pidana atau telah digunakan sebagai sarana untuk melakukan tindak pidana. Dengan demikian, keberadaan atau urgensi dari undang-undang atau ketentuan khusus yang mengatur mengenai perampasan asset tindak pidana sangat penting karena mekanisme pengembalian asset tindak pidana saat ini belum memadai.

Telaah White Paper Australia in The Asian Century
ISBN:
Author:Tim Staf Khusus Presiden Bid. Ekonomi & Pembangunan
Bahasa:Indonesia
Penerbit:
Tanggal Terbit:Januari 2013
Jumlah Halaman:-
Deskripsi:
White paper ini berisikan rencana Australia untuk membangun kekuatan dan meraih kesuksesan di masa depan. White paper menjabarkan bagaimana Australia memandang kebangkitan Asia, khususnya negara-negara besar Asia di sekitarnya seperti China, Jepang, India, dan Indonesia, dan bagaimana merespon perubahan lingkungan regional dan global tersebut agar tetap menjadi lebih maju, lebih makmur, serta lebih kuat sehingga dapat menjadi pemenang dalam Asian Century 2025. Melalui white paper ini, Pemerintah Australia memberikan penegasan adanya rencana yang jelas untuk merebut peluang ekonomi yang ada seiring dengan "kebangkitan Asia", serta mengelola tantangan strategis yang timbul sebagai dampak perubahan ekonomi global, untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi seluruh elemen bangsa Australia.

Tangguh dengan Statistik Akurat dalam Membaca Realita Dunia
ISBN:978-602-8394-97-0
Author:Jousari Hasbullah
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Nuansa Cendekia
Tanggal Terbit:Desember 2012
Jumlah Halaman:238
Deskripsi:
Dalam era keterbukaan informasi dan kebebasan pers, opini publik akan sangat ditentukan oleh tokoh yang berbicara dan kepentingan di baliknya. Opini hanya didukung dengan data - data yang sangat subyektif agar lebih meyakinkan, dan mengabaikan data dan fakta statistic yang lebih obyektif. Kalaupun data statistic digunakan, itupun ditempatkan pada tempat yang tidak semestinya. Masyarakat dibanjiri dengan informasi yang simpang siur tanpa didasarkan pada objektifitas realita dan ini semakin berdampak buruk ketika pengetahuan mayoritas masyarakat terhadap data statistic kurang memadai. Akibatnya budaya mencela, syakwasangka, tuduh-menuduh, serta apatisme yang cenderung kontra produktif bagi pembangunan tumbuh subur.

Buku ini hadir untuk mengisi sebagian kekosongan ruang dalam memaknai sebuah data statistic yang disajikan. Penguasaan data secara baik akan menjadikan masyarakat lebih cerdas dan tangguh dalam mencerna informasi yang diterima, khususnya yang terkait dengan situasi pembangunan bangsa. Masyarakat akan melihat realita dengan semakin rasional, obyektif, dan fair sehingga persoalan-persoalan yang berkembang dapat diketahui dan dipahami dengan baik tanpa terombang-ambingkan oleh kepentingan pembuat opini. Ini akan membawa masyarakat ke tahapan knowledge society yang dalam iklim demokrasi diperlukan untuk menjaga akuntabilitas kebijakan publik melalui control publik yang didasarkan pada realitas yang sebenarnya.

Perjalanan Pemikiran dan Karya HARTARTO
ISBN:978-979-17020-1-0
Author:Carmelia Sukmawati
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Yayasan PIDI Jakarta
Tanggal Terbit:Desember 2012
Jumlah Halaman:423
Deskripsi:
Buku ini bercerita mengenai perjalanan hidup, karir, serta pencapaian seorang Hartarto Sastrosoenarto atau yang lebih populer dengan panggilan Hartarto. Sosok yang telah menduduki berbagai posisi strategis di bidang pemerintahan semasa orde baru dan dipandang turut andil besar dalam kejayaan sektor industry Indonesia pada era itu. Diawali dengan perjalanan hidup semasa kecil dan kehidupan berkeluarga, buku ini menjabarkan pengalaman Hartarto selama menjabat sebagai Dirjen Industri Kimia Dasar (1979-1983), Menteri Perindustrian (1983-1993), Menteri Koordinator Bidang Industri dan Perdagangan (1993-1995), Menteri Koordinator Bidang Produksi dan Distribusi (1995-1998), Menteri Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara (Maret - Mei 1998), merangkap Menko Ekuin (1998-1999), serta pencapaiannya dalam meraih gelar Doktor Kehormatan dan berbagai penghargaan lainnya. Pada bagian akhir, penulis menyampaikan pemikiran-pemikiran Hartarto mengenai masa depan bangsa, dan keyakinannya bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan maju pada 2030. Pengalaman, pemikiran, dan optimisme untuk menjadi bangsa yang besar dan maju inilah yang diharapkan dapat ditularkan, dilanjutkan, dan diwujudkan oleh para generasi muda Indonesia saat ini.

Industrialisasi serta Pembangunan Sektor Pertanian dan Jasa Menuju Visi Indonesia 2013
ISBN:979-22-2078-X
Author:Hartarto Sastrosoenarto
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Gramedia
Tanggal Terbit:Desember 2012
Jumlah Halaman:375
Deskripsi:
Buku ini berisi pemikiran Hartarto Sastrosoenarto, Menteri Perindustrian 1983-1992, mengenai strategi industrialisasi Indonesia dalam konteks visi bangsa tahun 2030. Topik besar industrialisasi dibedah dengan membahas keterpaduan segitiga pembangunan ekonomi - sektor industry-pertanian-jasa, serta upaya pengembangannya dalam 25 tahun ke depan. Dengan pengalamannya yang matang malang melintang sebagai birokrat dan menteri di bidang perekonomian, khususnya bidang industry, penulis menggambarkan dengan sederhana langkah-langkah pengembangan industry yang perlu dilakukan di Indonesia untuk menyongsong tahun 2030. Gambaran langkah itu tentunya diawali tentang sejarah pembangunan industry di Indonesia dan perkembangan lingkungan strategis yang melingkupinya.

Penggambaran secara sederhana ini dibarengi dengan pemberian contoh-contoh industrialisasi berbasis keterpaduan 3 sektor (industry-pertanian-jasa) yang diurai dengan sangat mendetail. Seperti misalnya, kasus harga listrik pembangkit hidro yang 2 sen dollar per KWH, signifikansi panjang serat eucalyptus, dan geliat usaha emping mlinjo binaan BUMN. Dengan penggambaran yang sederhana disertai dengan ilustrasi yang jelas, penulis memaknai kompleksitas industrialisasi dengan optimisme yang tinggi. Diharapkan optimisme ini dapat menulari kita semua untuk memperkuat keyakinan bahwa dengan konsistensi dan sumber daya yang kita miliki, kita sangat layak untuk menjadi negara besar pada tahun 2030.

Telaah Buku Winner Take All China's Race for Resources and What It Means for the World
[lihat buku]
ISBN:
Author:Dambisa Moyo
Bahasa:Indonesia
Penerbit:
Tanggal Terbit:Desember 2012
Jumlah Halaman:-
Deskripsi:
Kelangkaan sumber daya merupakan tantangan terdepan dalam pembangunan global. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang terus bertambah, kenaikan permintaan akan sumber daya alam menjadi tidak terelakkan. Dambisa Moyo menyoroti permasalahan ini dengan menempatkan China sebagai study case sebuah pengelolaan dan pengamanan ketersediaan sumber daya melalui serangkaian pengaturan politik, ekonomi, dan social. Dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dan jumlah penduduk terbesar di dunia, ketersediaan sumber daya adalah kunci bagi Pemerintah Komunis China untuk mempertahankan stabilitas politik, ekonomi, dan social di dalam negeri. Melalui buku ini, penulis membeberkan bagaimana Pemerintah China terlibat dalam "perlombaan perebutan sumber daya" untuk mengamankan kepentingan nasional dan bagaimana dampaknya bagi negara lain, bagaimana China mengendalikan tanah dan air, serta apa nantinya dampak keuangan dan geopolitik dari semua ini?

End This Depression Now
ISBN:978-0-393-08877-9
Author:Paul Krugman
Bahasa:Indonesia
Penerbit:W.W. Norton & Company
Tanggal Terbit:November 2012
Jumlah Halaman:238
Deskripsi:
Fiscal austerity melalui pengurangan utang publik dan belanja Pemerintah untuk menekan deficit anggaran menjadi resep utama yang didengungkan oleh berbagai lembaga multilateral seperti IMF, dan berbagai forum negara-negara dunia seperti G-20, APEC, dan Uni Eropa sendiri, untuk mengatasi krisis ekonomi global. Resep ini diyakini akan memulihkan kepercayaan pasar atas postur anggaran yang lebih sehat sehingga investasi swasta kembali bisa masuk dan mendorong pemulihan ekonomi. Namun kenyataannya fiscal austerity di saat krisis ekonomi justru semakin memperburuk keadaan. Pengangguran dan gejolak social semakin meningkat dan kepercayaan pasar semakin menjauh.

Paul Krugman menyoroti ini sebagai sebuah kesalahan yang sangat fatal karena krisis ekonomi ini bukanlah yang pertama kali. Krisis kali ini jauh lebih "ringan" - merujuk pada skala dan kedalamannya - bila dibanding great depression 1930, dan faktanya saat itu dunia bisa pulih. Berkaca dari pengalaman yang ada, seharusnya krisis ekonomi kali ini dapat diatasi dengan lebih cepat melalui kebijakan ekspansif ala Keynes yang terbukti berhasil menyelamatkan perekonomian Amerika Serikat dan dunia pada decade 1930an. Berkebalikan dengan mainstream pemikiran ekonomi saat ini, Krugman mengusung dictum utama Keynes "The boom, not the slump, is the time for austerity, untuk pemulihan ekonomi dunia. Saat krisis melanda, kebijakan fiscal yang ekspansif, bukan kontraktif seperti saat ini, justru harus ditempuh oleh banyak negara untuk lepas dari krisis ekonomi.

Bersatu Menghadapi Krisis
ISBN:
Author:
Bahasa:Indonesia
Penerbit:
Tanggal Terbit:Agustus 2012
Jumlah Halaman:23
Deskripsi:
Pada tahun 2008, bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain di dunia menghadapi ancaman badai krisis ekonomi global yang merisaukan. Dari episentrumnya krisis keuangan di Amerika, bagaikan badai tsunami dampaknya terus menjalar, merambat ke seluruh dunia. Semua Kepala Negara, dituntut untuk berjuang dan bekerja keras guna menyelamatkan bangsanya dari dampak yang lebih tidak menguntungkan dari krisis ekonomi global tersebut. Setiap Kepala Negara beserta penyelenggara negara lainnya, dituntut berpikir cerdas dan bekerja keras untuk mampu mengambil keputusan dan langkah cepat dan tepat dalam menghadapinya.

Begitu juga langkah yang ditempuh Presiden SBY dalam menyelamatkan bangsa ini dari dampak krisis global tersebut. Untuk memastikan semua pihak memahami persoalan dan berperan aktif dan produktif dalam menghadapi ancaman krisis global tersebut, Presiden SBY mengajak semua pihak, bukan hanya pemerintah Pusat dan Daerah, tetapi juga kalangan dunia usaha, dunia Perguruan Tinggi, aparat dan para pemangku penegakan hukum serta komponen bangsa lainnya, untuk bersatu padu bangkit menghadapi ancaman krisis tersebut.

Protecting Our Forest: Moratorium on Forests and Peatlands, a Radical Policy
ISBN:978-979-0464-9
Author:Agus Purnomo
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Kepustakaan Populer Gramedia (KPG)
Tanggal Terbit:Juli 2012
Jumlah Halaman:108
Deskripsi:
Kerjasama REDD+ antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia yang menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp. 9 triliun, menuai perdebatan luas dari berbagai kalangan. Buku ini berupaya mengurai perdebatan tersebut, dimulai dari latar belakang lahirnya kerjasama REDD+, proses pembuatan kebijakan, sampai dengan perbedaan ekspektasi yang terjadi sebelum dan setelah 1 tahun penerbitan Inpres moratorium sebagai bagian dari implementasi REDD+. Buku ini juga menyinggung isu-isu seputar manajemen dan implementasi REDD+, seperti jumlah dana, mekanisme pendistribusian, dan prioritas penggunaan dana. Penanganan terhadap isu-isu tersebut akan menentukan berhasil tidaknya penerapan skema REDD+ dalam mengurangi emisi karbon akibat deforestation dan degradasi hutan, yakni melalui penyediaan instrument pembiayaan bagi kegiatan ekonomi yang lebih ramah terhadap hutan dan lahan gambut.

Economic Cooperation and Development Review Vol. 5 No. 1 April 2012
ISBN:
Author:
Bahasa:English
Penerbit:Organization of Islamic Cooperation, Statisti
Tanggal Terbit:Januari 2012
Jumlah Halaman:107
Deskripsi:
SESRIC merupakan lembaga pusat penelitian statistik ekonomi dan sosial serta pelatihan di bawah Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang secara rutin menerbitkan Jurnal "Economic Cooperation and Development Review". Pada edisi kali ini, SESRIC menyoroti sejauh mana peran sistem keuangan dan ekonomi Islam dalam memberikan solusi mengatasi krisis keuangan global yang semakin meningkat intensitas maupun cakupannya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Tanpa adanya aksi nyata dalam reformasi sistem keuangan global, maka "sustainable crisis" akan menjadi sebuah fenomena nyata dibanding "sustainable development".

Berangkat dengan latar belakang ini, Jurnal edisi bulan April 2012 memuat mengenai berbagai forum-forum internasional di bidang sistem keuangan dan ekonomi Islam dimana SESRIC turut terlibat di dalamnya secara aktif . Salah satunya adalah Konferensi Internasional ke-8 tentang Keuangan dan Ekonomi Islam di Doha, Qatar pada 19-21 Desember 2011 yang mengambil tema "Sustainable Growth and Inclusive Economic Development from an Islamic Perspective". Melalui forum ini, para peneliti, praktisi dan pembuat kebijakan di bidang keuangan dan ekonomi Islam membahas mengenai cara-cara pengembangan sistem keuangan Islam agar tampil dan mengambil peran lebih jauh dalam sistem dan tatanan keuangan global. SESRIC juga berpartisipasi dalam Forum Keuangan Islam ke-10 di Harvard University pada 24-25 Maret 2012, yang mengambil tema "Islamic Finance and Development".

Isu mengenai pembangunan berkelanjutan juga diangkat melalui artikel dari President Bank Dunia, Robert B. Zoellick, yang berjudul "Why We Still Need the World Bank: Looking Beyond Aid", serta artikel dari Dirjen ILO, Juan Somavia, yang berjudul "Decent Work for Social Justice and Sustainable Development.

Sebagai tambahan, edisi bulan April 2012 ini juga menampilkan 3 (tiga) laporan SESRIC yang mengkaji mengenai "Disparitas Pendapatan di antara negara-negara OKI", "Penilaian Risiko Bencana Alam di Negara-negara OKI", dan "Penilaian atas Kesinambungan dan Insolvency Hutang Luar Negeri Negara-Negara OKI".

Secara khusus, Jurnal kali ini menampilkan profil dan hasil wawancara SESRIC dengan Presiden RI, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Sosok Presiden SBY dipilih karena keberhasilannya dalam meraih pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif (sustainable and inclusive growth) melalui 4 pilar strategi yang dikenal dengan sebutan 4 track strategy: pro-growth, pro-poor, pro-job, dan pro-environtment. Dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6,5% per tahun, Indonesia merupakan ekonomi terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan masuk peringkat ke-17 negara dengan ukuran ekonomi terbesar.

Peranan Presiden dalam mendorong terwujudnya demokratisasi, pemberantasan korupsi, serta perdamaian dan stabilitas kawasan telah menjadikannya sebagai salah satu role model kepemimpinan di negara-negara Islam. Kontribusi Presiden dalam pengurangan risiko bencana alam juga telah diakui oleh banyak pihak hingga membuatnya dianugerahi "Global Champion for Disaster Risk Reduction" oleh PBB. Selain itu, komitmen dan peran strategis Presiden dalam menjembatani dunia "barat" dengan "Islam" melalui dialog lintas media dan penyusunan draft Piagam OKI mengenai Hak Asasi Manusia dan Demokrasi, menjadikan beliau kandidat yang lengkap dan tepat untuk berbicara mengenai isu-isu pembangunan, demokrasi dan peranan OKI ke depan.

Wawancara SESRIC dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono difokuskan pada pandangan-pandangan beliau terhadap berbagai isu nasional, regional dan global seperti peran Indonesia sebagai salah satu dari 30 negara pendiri OKI dalam meningkatkan kerjasama ekonomi dan pembangunan pada tingkat OKI, serta peran dan kinerja OKI sebagai representasi "suara kolektif" Dunia Muslim terkait dengan tantangan ekonomi dan geopolitik regional dan global.

Chairul Tanjung Si Anak Singkong
ISBN:978-979-709-650-2
Author:Tjahja Gunawan Diredja
Bahasa:Indonesia
Penerbit:Kompas
Tanggal Terbit:Januari 2012
Jumlah Halaman:384
Deskripsi:
Chairul Tanjung dikenal luas sebagai sosok pengusaha sukses melalui bendera Para Group yang kemudian berganti nama menjadi CT Corp. Kepiawaiannya menjalankan roda-roda bisnis yang dibarengi dengan kiprahnya dalam berbagai organisasi mengantarnya masuk dalam lingkungan pemerintahan sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional. Sebuah lembaga yang strategis karena berfungsi memberikan masukan-masukan konstruktif kepada Presiden dalam mempercepat dan memperluas pembangunan ekonomi.

Buku berjudul "Chairul Tanjung Si Anak Singkong" yang diluncurkan dalam rangka perayaan usia-nya yang ke 50 tahun ini, bercerita mengenai perjalanan panjang Chairul Tanjung dalam mengembangkan bisnis dan membangun masyarakat. Melalui buku ini, Chairul Tanjung berbagi cerita mengenai nilai-nilai yang selalu dia pegang teguh dalam berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.

Semangat pantang menyerah, berpikir optimis, disiplin, jeli melihat peluang, membangun dan memelihara networking, serta sinergi usaha menjadi nilai-nilai penting yang melandasi keberhasilan bisnis CT Group. Nilai-nilai ini dibungkus kuat dengan ajaran orang tua dan agama serta semangat kebangsaan demi NKRI. Hal ini menjadikan Chairul Tanjung tidak hanya berpikir profit semata, namun juga senantiasa berpikir dan bertindak agar bisnisnya memberikan kemanfaatan yang luas bagi masyarakat. Gebrakan Chairul Tanjung membeli jaringan raksasa retail dari Prancis, "Carrefour", yang dibarengi dengan peresmian Stan Pojok Rakyat dan Bazaar Rakyat yang menggandeng mitra pengusaha UMKM di gerai-gerai Carrefour adalah bukti nyata komitmennya bahwa bisnis harus memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Komitmennya untuk selalu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat juga tercermin dari kiprah CT Foundation dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat miskin. Diawali dengan membangun Rumah Anak Madani (RAM) di Deli Serdang untuk membantu anak-anak korban tsunami Aceh, Chairul Tanjung kemudian mendirikan CT Foundation. Lembaga ini aktif memberikan bantuan pendidikan untuk anak-anak miskin melalui pendirian Sekolah Unggulan untuk anak miskin yang dinamakan Sekolah Unggulan CTF pada 2010.

Kiprah lainnya yang patut diapresiasi adalah langkahnya dalam membangun bisnis media. Alih-alih menjadikan media sebagai instrumen bisnis dan kendaraan politik sebagaimana jamak dilakukan oleh para pemilik media, Chairul Tanjung memilih untuk menjadikan media sebagai instrument bisnis yang sekaligus mampu memenuhi peran pokoknya, yakni menyampaikan informasi dan program hiburan yang mendidik dan membangun kualitas bangsa. Yang lebih penting, Chairul Tanjung juga selalu menekankan bahwa salah satu misi penting media adalah menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan NKRI. Dengan segudang cerita yang sangat inspiratif, Chairul Tanjung membagi pelajaran dan contoh nyata mengenai bagaimana membangun bisnis dan idealisme agar berjalan secara beriringan. Dengan cara ini, Chairul Tanjung merayakan Usia Setengah Abad-nya dengan cara menebarkan optimisme untuk berkarya. Sebuah kontribusi dari Chairul Tanjung untuk Masyarakat yang layak untuk diapresiasi.