Seskab Ungkap Peran Presiden SBY dalam Lindungi Toleransi Minoritas


24 May 2013 oleh Desk Informasi

Sekretaris Kabinet (Sekab) Dipo Alam menyesalkan sejumlah kritik yang dialamatkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyo (SBY) terkait rencana pemberian World Statesman Award dari Appeal Conscience Foundation (AFC) di New York, Amerika Serikat, akhir bulan ini.

Ia menyebutkan, terlampau banyak fakta yang bisa diungkap bagaimana SBY berperan langsung dalam perlindungan terhadap kaum minoritas yang diakui oleh pemimpin dunia.

"Saya Deputi Menko Perekonomian ketika itu, ikut bolak-bolak rombongan Menkopolsoskam SBY merintis upaya perdamaian di Ambon. Puji Tuhan, Ambon damai, kita jaga perdamaian ini," ungkap Dipo Alam di Jakarta, Jumat (25/9). Pendapat ini telah disampaikan juga oleh Seskab Dipo Alam melalui akun twitternya @dipoalam49, Rabu (22/5) lalu.

Masih dalam posisinya sebagai Menko Polsuskam, SBY juga terlibat langsung dalam proses perdamaian di Poso (Sulteng) dan Aceh.

"Saya Deputi Menko Perekonomian ketika itu, ikut bolak-balik rombongan Menkopolsoskam SBY merintis upaya perdamaian, puji Tuhan, Poso dan Aceh damai. Mari kita jaga perdamaian," kata Seskab Dipo Alam.

Di luar negeri, lanjut Seskab Dipo Alam, SBY yang telah menjabat sebagai Presiden RI dan dipercaya sebagai Ketua ASEAN telah berhasil mendamaikan Budha Thailand dengan Budha Kamboja. "Puji Tuhan, PM Thailand dan PM Kamb oja paham, maka konflikpun reda," ungkap Dipo Alam.

Seskab juga menyaksikan Presiden SBY bicara 3 (tiga) kali dgn Presiden Myanmar, dan sumbang kemanusiaan & perdamaian soal Rohingya. "Puji Tuhan, konflik mulai mereda," ujar Seskab Dipo Alam.

Seskab Dipo Alam juga menjadi saksi ketika tepuk panjang bergema di Parlemen Aussie, Parlemen Turki, dan juga Universitas Harvard, Amerika Serikat, saat Presiden SBY berbicara tentang Islam, demokrasi dan peradaban Barat bisa hand-in-hand.

"Penghargaan rakyat Indonesia kepada SBY terkait jasa-jasanya itu, ia dipilih kembali jadi Presiden RI di tahun 2009 dalam 1 putaran. Puji Tuhan, rakyat akui amalan beliau," papar Seskab Dipo Alam.

Di Islamabad, Pakistan, lanjut Seskab Dipo Alam, debat panas antara Presiden Iran Ahmadinejad (Syiah) dan Perdana Menteri Turki Rayip Erdogan (Sunni), telah berhasil diredakan oleh Presiden SBY.

Seskab Dipo Alam juga mengemukakan. Presiden SBY juga telah berhasil menjelaskan baik-baik kepada Kanselir Jerman Angela Merker dan Presiden German dari Christian Democrat Uni soal toleransi minoritas di RI. "Puji Tuhan hub RI-Jerman baik-baik saja," papar Seskab.

Sementara di Bali, menurut Seskab Dipo Alam, ia menyaksikan bagaimana Presiden SBY menjelaskan baik-baik ke Presiden Amerika Serikat Barrack Obama soal toleransi minoritas di RI. "Puji Tuhan hubungan RI-AS baik, dan orang lain bisa paham," tukas Dipo Alam.

Di Budapest, Hongaria, lanjut Seskab Dipo Alam, Presiden & PM Hongaria juga menanyakan soal toleransi di RI. "Puji Tuhan keduanya paham, hubungan RI-Hongaria baik," ujar Dipo Alam.

Ahmadiyah

Terkait dengan perlindungan kepada jemaah Ahmadiyah, Seskab Dipo Alam menyampaikan bahwa ia sudah menghadapi Front Pembela Islam (FPI) dengan massanya.

"Mereka menuntut SBY bubarkan Ahmadiyah kalau tidak akan dilengeserkan. Saya jawab hadapi saya dulu!" ungkap Seskab Dipo Alam.

Sementara terkait masalah GKI Yasmin, Bogor, Seskab Dipo Alam mengatakan, bahwa ia sudah 2-3 kali mengundang pengurus GKI Yasmin ke kantornya untuk menawarkan solusi.

(ES)