Pointers Pengantar Presiden pada Rapat Terbatas Tanggal 21 Maret2013


21 March 2013 oleh DESK INFORMASI

Tema: Rencana Kerja Pemerintah dan Pagu Indikatif

Waktu: 15.10 WIB

Tempat: Kantor Presiden

Peserta:     3 Menteri Koordinator, Para Menteri, Kepala UKP4, Ketua KEN, Staf Khusus Presiden, dan para Pejabat Eselon I terkait

 

Pointers Pengantar Presiden:

  1. Agenda Sidang Kabinet Paripurna yaitu membahas rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2014 dan Pagu Indikatif yang akan menuju RAPBN dan Nota Keuangan tahun 2014;
  2. Pembahasan masalah ini menjadi penting, karena tahun 2014 akan menjadi tahun terakhir dari masa bakti pemerintahan hasil Pemilu tahun 2009;
  3. Presiden telah menghadiri acara yang diacarakan oleh Kementerian Keuangan, yaitu penyerahan bukti pembayaran pajak pemerintah.  Dalam acara tersebut, Presiden telah mengingatkan agar pemerintah dapat mengawal dan menjaga perekonomian bangsa tahun 2013 dan 2014;
  4. Hal ini dilakukan, karena adanya resesi perekonomian dunia yang belum selesai dan ada tantangan yang harus pemerintah hadapi berkaitan dengan perekonomian bangsa, termasuk sasaran yang harus dicapai dalam APBN tahun 2013, baik yang berkaitan dengan pendapatan negara maupun belanja negara;
  5. Pemerintah harus serius dan tidak boleh lalai dalam mengelola perekonomian bangsa. Apa yang dilakukan pemerintah saat ini maupun ke depannya akan menjadi bagian utuh dari tugas pemerintah;
  6. Dalam acara di Kementerian Keuangan itu, Presiden sempat bertemu dengan para pimpinan lembaga negara. Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan bahwa masih tetap diperlukan untuk membicarakan pengelolaan perekonomian di tahun 2013 dan 2014;
  7. Presiden juga secara khusus menyampaikan agar APBN dikelola dengan benar, tidak boleh ada yang missed, tidak boleh ada yang menyimpang, dan tidak boleh ada yang keluar dari sasaran yang ingin dicapai pemerintah;
  8. Presiden mengingatkan bahwa pada tahun 2013 dan 2014 akan menjadi tahun politik. Apabila mengikuti perkembangan isu yang ada di masyarakat, maka akan dirasakan bahwa ada dua arena, antara lain
    1. meningkatnya suhu politik yang berkaitan dengan Pemilu, sebagimana yang terjadi pada Pemilu tahun 2003 dan 2004, serta tahun 2008 dan 2009. Semakin dekat dengan Pemilu maka akan semakin meningkat suhu politiknya;
    2. terjadi ketegangan politik yang sebenarnya tidak terkait oleh Pemilu tahun 2014. Pelaku politik yang sedang hangat menjadi pembicaraan sebenarnya tidak sama dengan pelaku politik pada Pemilu tahun 2014. Hal seperti ini akan sangat dapat terjadi hingga Pemilu tahun 2014. Oleh karena itu, pemerintah harus siap menghadapinya dan mengelolanya dan mengutamakan kepentingan rakyat.
  9. Presiden mengingatkan meskipun suhu politik menghangat, tetapi jangan pernah berhenti dan lalai untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah, terutama mengelola perekonomian;
  10. Kalau kebutuhan rakyat dapat mencukupi, karena pemerintah dapat mengelola pereknomian dengan baik, maka rakyat dapat menjadi benteng dalam menghadapi dinamika dan perkembangan perekonomian;
  11. Khusus RKP, RAPBN, dan pagu indikatif tahun 2014 agar dapat dipastikan untuk menutup dan menuntaskan pencapaian sasaran dalam konteks pembangunan jangka menengah;
  12. Para menteri koordinator, Dewan Pertimbangan Presiden, dan Kepala UKP4 telah melakukan evaluasi. Oleh karena itu, pemerintah akan mengetahui sektor-sektor yang memerlukan atensi khusus, sehingga pada akhir 2014 dapat benar-benar dicapai, sehingga sehingga rencana keseluruhan pembangunan sasaran jangka menengah tahun 2010-2014 sebagian besar sasarannya dapat dicapai oleh pemerintah.

                                     ----------------------------------------