Kamis, 28 Februari 2013 - 09:10 WIB
Kementan Gelar Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan di Magelang
Oleh : DESK INFORMASI
- Dibaca: 1522 kali



Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian menyelenggarakan  Sosialisasi Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) 25-27 Februari 2013  di Grand Artos Aerowisata Hotel and Convention Magelang, Jawa Tengah, Senin – Rabu (25-27 Februari).

Acara dibuka Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Ir Sri Suliyanti, Senin (25/02) malam. Siti Suliyanti mengatakan, sosialisasi  menampilkan beberapa pembicara, di antaranya Dr Drajat M, Ir Ketut Kariada MSi dari BPTP Bali, Prof Achmad Subagio, dan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail. Kegiatan juga akan diisi dengan kunjungan lapangan ke lokasi P2KP di Desa Bondowoso Mertoyudan Magelang maupun lainnya.

Gayatri Indah Cahyani, Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Magelang, Agus Lim , menyebutkan, sosialisasi ini diikuti utusan dari 18 provinsi dan 282 kabupaten di wilayah Indonesia bagian barat.

Hadir 500 orang peserta dari berbagai perwakilan dan pejabat daerah, antara lain BKP Propinsi, Kabupaten dan Kota dan dihadiri pula oleh Para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Wilayah Barat serta perwakilan Depdagri dan Setkab RI.

Pelaksanaan P2KP di Provinsi Jawa Tengah hingga Tahun 2012 sebanyak 529 kelompok bersumber pada APBN dan 161 kelompok bersumber pada APBD. Di Tahun 2013 dari Badan ketahanan Pangan Kementerian Pertanian mempercayakan sebanyak 632 kelompok, dan 140 kelompok bersumber dari APBD serta dipercaya pengembangan pangan lokal melalui model pengembangan pangan lokal (MP3L) di 3 kabupaten, yaitu Wonogiri, Temanggung dan Kebumen.

Para peserta sosialisai pada Rabu (27/2) menuju  Candi Borobudur, Magelang untuk mengikuti  Makan Besar Bersama. Menu utamanya, nasi goreng berbahan dasar beras cerdas dengan komposisi 50%  beras dan 50% singkong, susu dan jagung. Beras hasil temuan guru besar teknologi hasil pertanian Universitas Jember Prof. Dr. Ahmad Subagio, MAgr ini   diyakini berkhasiat mencegah penyakit diabestes. (Oct/ES)