Rabu, 08 Agustus 2012 - 13:18 WIB
PENGANTAR PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA SIDANG KABINET TERBATAS DI KEMENTERIAN PERTANIAN SENIN, 6 AGUSTUS 2012
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 583 kali


Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Saudara wakil Presiden peserta rapat koordinasi yang saya hormati. Alhamdulilah kita dapat melanjutkan rangkaian kunjungan kerja kita ke berbagai kementrian dan lembaga, dan hari ini kita dapat berkunjung sekaligus melaksanakan rapat koordinasi di Kementerian Pertanian ini untuk membahas kemajuan atau progress dari upaya kita untuk meningkatkan sektor pertanian.

Sebelum saya memberi kesempatan kepada Menteri Pertanian untuk menyampaikan laporan dan presentasinya, utamanya berkaitan dengan prioritas agenda dan kebijakan pembangunan sektor pertanian, saya ingin menyampaikan beberapa hal.

Pertama, ada berita baik, good news. BPS baru saja mengumumkan hasil survey dan ekonomi kita kuartal kedua ini tumbuh 6,4 persen. Di kala dunia menghadapi kesulitan, ekonomi tumbuh 6,4 persen tergolong yang tinggi. Alhamdulilah saya berterima kasih kepada semua pihak dengan segala upaya dan kerja kerasnya, kerja keras kita bersama. Akhirnya kita masih bisa menjaga pertumbuhan pada tingkat seperti itu. Saudara tahu untuk ukuran Indonesia dengan ekonomi 850 miliar dollar AS atau dengan pruchasing power parity menjadi 1 triliiun dollar AS, GDP kita tumbuh lebih dari 6 persen tergolong tinggi. Kalau kita bedah, meskipun saya belum mendapat secara lengkap. Tapi laporan yang saya terima tadi siang, benar ekspor ada penurunan tetapi investasi meningkat secara  signifikan. Justru saya berfikir, andaikata hambatan terhadap investasi di negeri ini kita atasi bersama-sama dan kita telah membahasnya berkali kali, tentu peluang pertumbuhan ekonomi yang disumbang dari sektor investasi akan lebih tinggi lagi.     Oleh karena itu juga akan saya pidatokan nanti pada tanggal 16 Agustus 2012, ada peluang di hadapan kita, di negeri ini untuk meningkatkan investasi, dan syaratnya iklim investasi harus baik di seluruh tanah air, dan untuk membikin baik itu tugas kita semua.

Saudara-saudara semuanya itu good news-nya. satunya lagi saya tidak mengatakan bad news tetapi  berita yang memberikan tantangan  kepada kita. Saya kira saudara tahu bahwa karena perubahan iklim, karena ada kemarau yang panjang di banyak negara penghasil komoditas pertanian, sudah mulai ada peringatan dini dari lembaga-lembaga internasional bahwa harga pangan secara global bisa mengalami kenaikan. Ada fluktuasi dan kenaikan. Oleh karena itu kalau sudah ada warning seperti itu, marilah benar-benar kita melakukan segala sesuatunya untuk meningkatkan ketahanan pangan kita. Hambatan-hambatan yang mengganggu peningkatan ketahanan pangan harus kita atasi. Di berbagai kesempatan kita sudah bertekad, Indonesia harus makin mandiri dari segi pangan, bukan hanya beras tetapi juga jagung, gula, daging sapi, bahkan kedelai nantinya. Kalau yang lain sudah relatif mandiri bahkan kita juga bisa menjual di luar negeri.

Itulah langkah antisipatif yang cerdas. Tahu ada masalah-masalah pangan di tingkat global, kita harus melakukan kerja keras dan upaya percepatan dan perluasan pembangunan pertanian kita. Nah, kalau goal-nya itu saya ingin 2014 misalnya surplus beras kita diharapkan sekitar 10 Juta Ton. Kalau itu menjadi goal atau target, marilah segala sesuatunya kita arahkan ke situ, Kebijakannya, programmya, anggarannya, implementasi lapangan dan sebagainya

Itulah pengantar saya, yang kedua tadi tantangan di bidang pangan  dunia, saya, kita relevan dengan apa yang hendak kita bahas hari ini. Dengan pengantar itu saya persilahkan Menteri Pertanian untuk menyampaikan laporan dan presentasinya.

                        ---------------------------------------------------------

(Humas Setkab)