Jumat, 10 Agustus 2012 - 10:33 WIB
TRANSKRIPSI PENGANTAR AWAL PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA SIDANG KABINET TERBATAS DI MABES TNI, CILANGKAP TANGGAL 9 AGUSTUS 2012
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 887 kali


Assalamu’alaikum, Wr..Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang saya hormati Saudara Wakil Presiden dan para peserta Rapat Koordinasi yang saya cintai. Alhamdulilah kita dapat kembali melanjutkan kegiatan Safari Ramadhan kita, rangkaian kunjungan kerja untuk kementerian dan lembaga  jajaran pemerintah, karena ini kita lakukan di Mabes TNI Cilangkap.  Agenda utamanya adalah untuk membahas pembangunan di sektor  pertahanan, terutama apa yang sedang dilakukan oleh jajaran Kementerian Pertahanan dan tentunya berserta jajaran TNI, termasuk apa yang telah dicapai, apa yang menjadi tantangan dari pembangunan sektor pertahanan ini untuk kita carikan solusi dan jalan keluarnya.

Sebagaimana yang kita lakukan di kesempatan yang lalu, nanti Menteri Pertahanan akan menyampaikan laporan dan presentasinya atas hal-hal penting yang dihadapi ditangani oleh jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI, dan kemudian di akhir Rapat Koordinasi ini Wapres juga menyampaikan pandanganan-pandangannya, setelah itu saya akan berikan instruksi dan arahan utamanya kepada jajaran Kementerian Pertahanan dan TNI untuk dilaksanakan.

Namun sebelum saya menyampaikan pengantar penting dalam Rapat Koordinasi ini kepada wartawan dan pers di ruangan ini, saya ingin berbagi cerita, tadi Subuh setelah sahur masuklah SMS bahasanya begini, Pak SBY supaya agenda berimbang Anda jangan hanya menggelar buka puasa di Polri sebaiknya juga menggelar buka puasa di KPK, bunyinya begitu.

Akhirnya setelah saya telaah nampaknya pers dalam memberikan judul  kegiatan kita tadi malam itu, SBY menggelar buka puasa di Polri. Setelah itu diramaikan di media massa seolah-olah dalam silang pendapat antara Kapolri dengan KPK, SBY memilih untuk buka puasa di Polri, jadi dibawanya tersipu-sipu saya, mengelus dada bulan Ramadhan ada arah seperti itu.

Saudara-saudara, saya perjelas saja untuk pers untuk rakyat Indonesia, sejak saya menjadi Presiden setiap tahun saya diundang oleh Polri dan TNI untuk berbuka puasa bersama, setiap tahun bahkan setelah Rapat Koordinasi ini nanti malam saya juga langsung diundang untuk berbuka puasa dengan jajaran TNI, sama halnya setiap tahun saya diundang oleh DPR dan DPD sekali-kali oleh MPR. Saya juga mengundang pers setahun sekali di Istana Negara, juga para pimpinan lembaga negara dan lembaga pemerintahan. Jadi tadi malam itu bukan prakarsa SBY, bukan Presiden yang menggelar atau mengundang berbuka puasa bersama jajaran Polri, ini penting. Marilah kita berbicara dengan baik, menyampaikan berita dengan baik sehingga tidak menimbulkan isu dan promental yang tidak sepatutnya.

Benar, tadi malam saya dalam acara buka puasa bersama bertemu dengan Ketua KPK dan Kapolri. Saya sempat berbicara secara mendalam kebijakan saya. Saya berterima kasih, kalau ketua lembaga ini ada silang pendapat yang kemarin terjadi bisa diselesaikan dengan baik bisa dicapai kesepakatan. Kesepakatan dalam arti untuk benar-benar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, memberantas korupsi dalam hal ini. Saya katakan tadi malam, baik pada Ketua KPK maupun Kapolri bahwa berdua ini adalah andalan saya, jago-jago saya dalam perang melawan korupsi. KPK memiliki peran yang sangat penting, kami dukung sementara itu kepolisian, kejaksaan, dan bidang hukum lainnya dalam menjalankan tugas.  

Saya berharap berkabolarasilah dalam arti saling mendukung, saling berkerja sama agar pemberantasan korupsi itu bisa berjalan dengan baik, itu yang saya sampaikan tadi malam, tidak lebih dan tidak kurang. Saudara-saudara dengan penjelasan ini, isu yang sekarang beredar. Saya juga mengikuti di sosial media,  kiranya bisa dijernihkan dan saya sampaikan kepada saudara-saudara, rakyat Indonesia itulah apa yang terjadi tadi malam. Dengan demikian janganlah terlalu cepat memberikan komentar yang miring dan bukan itu yang sebenarnya terjadi.

Saudara-saudara, saya masuk sekarang untuk menyampaikan pengantar  pada Rapat Koordinasi menyangkut pembangunan di sektor pertahanan. Kita ketahui sektor pertahanan adalah sektor yang penting, demikian juga peran TNI juga penting, domain utama dari kekuatan pertahanan dan TNI adalah penegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara. Sementara itu juga, kita tahu sektor ini menggunakan anggaran yang cukup besar dan ini bukan hanya khas Indonesia di negara manapun anggaran pertahanan invest budget itu juga relatif besar .

Oleh karena itu saya meminta agar anggaran ini dikelola dengan baik. 5 tahun ini, 2009 sampai 2014 kita memang meningkatkan jumlah anggaran secara signifikan untuk membangun kekuatan dan melakukan modernisasi alutsista TNI dengan arah agenda kualitas yang jelas dan juga dengan dukungan anggaran yang diperlukan. Mengapa, saya ingin mengulangi lagi apa yang disampaikan di berbagai forum kekuatan TNI. Sekarang ini terus terang masih jauh dibawah yang disebut dengan minimum essensial cost.  Sementara sudah lama kita tidak memodernisasi  dan menambah alusista kita, terus terang bukan hanya pada Indonesia mengalami krisis sebelumnya pun kita tidak menambah dalam jumlah yang besar. Sementara itu, sekarang ini tugas TNI bukan hanya tugas dalam rangkaian pertahanan yang disebut dengan operasi militer untuk perang, tetapi juga banyak sekali melaksanakan tugas-tugas operasi militer, selain perang misalnya menangani bencana, tugas pemeliharaan perdamaian, bahkan ikut serta dalam pemberantasan terorisme dan lain-lain. Dan yang lebih penting, mengapa tidak bisa meningkatkan pembangunan dan kekuatan dan modernisasi alutsista ini karena ekonomi kita tumbuh baik terakhir ini, sehingga anggaran negara juga lebih kuat dan porsi dari anggaran itu yang tepat kita alokasikan untuk membangun TNI kita.

Saudara-saudara, Rapat Koordinasi ini saya ingin mendengar nanti dari Menteri Pertahanan apa saja yang tengah dilakukan. Sebagaimana saya katakan tadi dan sekaligus kalau bisa dilaporkan kepada saya isu-isu  aktual, isu-isu yang sudah sering menjadikan perhatian masyarakat luas, pengadaan alutsista sendiri, perumahan dinas atau perumahan prajurit yang sering menjadi perdebatan di kalangan publik kesejahteraan prajurit, tugas militer di perbatasan yang tidak kala pentingnya, kemudian kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat dan boleh kalau saya di-update tugas-tugas pemeliharaan perdamaian atau fish keeping nations yang sedang dilakukan oleh jajaran TNI sekarang ini.

Itu pengantar saya setelah ini saya persilakan Menteri Pertahanan untuk menyampaikan laporan dan presentasi. Terima kasih. (Humas Setkab)