Senin, 22 Agustus 2011 - 19:35 WIB
Komitmen Pemerintah Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Masyarakat Indonesia
Oleh : Kuncoro
- Dibaca: 10220 kali



Pendidikan merupakan hal yang strategis di dalam sebuah proses pembangunan. Oleh sebab itu pemerintah secara terus menerus meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Menteri Pendidikan Nasional yang dikutip salah satu surat kabar menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Nasional akan terus meningkatkan akses, kualitas, dan keterjaminan pendidikan., mulai dari pendidikan dini sampai pendidikan tinggi. Pemberian beasiswa miskin pada semua jenjang pendidikan akan terus ditambah. Beasiswa yang diberikan meliputi beasiswa untuk jenjang SD, SMP, dan Bidik Misi.

Beasiswa Bidik Misi adalah bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan biaya hidup kepada para mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai, namun kurang mampu secara ekonomi. Kementerian Pendidikan Nasional pada tahun 2011 menetapkan target kuota bidik misi sebanyak 20 ribu mahasiswa. Kuota ini pada APBN-P 2011 bertambah sekitar 10 ribu beasiswa sehingga total penerima beasiswa mencapai 30.000 mahasiswa. Pada 4 tahun ke depan diperkirakan penerima beasiswa Bidik Misi akan mencapai 120 – 150 ribu mahasiswa.

Pada tahun 2012 pemerintah memprioritaskan pembangunan pendidikan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan yang bermutu dan terjangkau. Kebijakan ini ditempuh bukan hanya untuk pendidikan formal, namun juga untuk pendidikan non formal. Prioritas ini tidak hanya tercermin dari besarnya alokasi anggaran namun juga dari substansi cakupan program.

Pada RAPBN 2012 Kementerian Pendidikan Nasional merupakan salah satu dari tujuh kementerian yang mendapat alokasi anggaran di atas Rp 20 triliun. Ketujuh kementerian dan lembaga itu adalah: Kementerian Pertahanan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 64,4 triliun; Kementerian Pekerjaan Umum Rp 61,2 triliun; Kementerian Pendidikan Nasional Rp 57,8 triliun; Kementerian Agama Rp 37,3 triliun; Kepolisian Negara Republik Indonesia Rp 34,4 triliun; Kementerian Kesehatan Rp 28,3 triliun; dan Kementerian Perhubungan sebesar Rp 26,8 triliun.

            Alokasi anggaran pada Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama, diprioritaskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau, baik melalui jalur formal maupun non formal di semua jenjang pendidikan. Bersama-sama dengan anggaran belanja untuk fungsi pendidikan yang tersebar, baik di berbagai kementerian dan lembaga lainnya  maupun melalui transfer ke daerah, RAPBN Tahun 2012 mendatang tetap memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan anggaran  pendidikan sebesar 20 persen dari APBN.

Dari tahun ke tahun dana pendidikan terus ditingkatkan. Pada tahun 2010 anggaran pendidikan mencapai Rp225,2 triliun  atau 20 persen dari APBN. Tahun ini, jumlah itu mencapai Rp266,9 triliun atau 20,2 persen dari APBN. Dan tahun 2012 direncanakan sebesar Rp286,6 triliun atau 20,2 persen dari APBN. Pemerintah berharap anggaran pendidikan yang besar itu dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan pemerataan pendidikan. 

Alokasi anggaran yang besar tersebut, dibarengi dengan substansi program yang diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Ini terlihat dari alokasi anggaran pendidikan yang tetap diprioritaskan  oleh pemerintah untuk memberikan Bantuan Operasional Sekolah atau BOS bagi 31,3 juta siswa setingkat SD dan 13,4 juta siswa setingkat  SMP, serta menyediakan beasiswa bagi lebih dari  8 juta siswa miskin pada semua jenjang pendidikan. Di tingkat pendidikan tinggi, Pemerintah memberikan beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik, Bantuan Belajar Mahasiswa, dan Beasiswa Bidik Misi yaitu. Selain  peningkatan akses dan mutu pendidikan, anggaran pendidikan juga diarahkan untuk meningkatkan mutu tenaga pendidik, termasuk tenaga kependidikan Madrasah, melalui sertifikasi guru sebanyak 90 ribu orang.

Semua ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan hal ini akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sehingga menjadi pilar yang kokoh bagi terwujudnya bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

(KUN)