Jumat, 27 Januari 2012 - 14:06 WIB
Program Pembangunan Rumah Murah Tahun 2012
Oleh : Oct
- Dibaca: 4888 kali


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2011 sekitar 13,6 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah, hal ini tentunya menjadi perhatian serius dan pekerjaan rumah bagi pemerintah agar pada tahun 2012  menyediakan rumah bagi masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni dengan harga yang murah.

Pada tahun 2012 pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) memfokuskan pembangunan rumah sangat murah dan rumah murah serta penanganan rumah bagi warga. Pembangunan rumah sangat murah merupakan satu dari 5 (lima) program pro rakyat klaster IV, dengan kelompok sasaran masyarakat nelayan dan masyarakat di daerah tertinggal. Program pembangunan rumah murah merupakan program Direktif Presiden dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Sumber: Kemenpera 2012

Program rumah sangat murah ditujukan kepada masyarakat dengan pendapatan kurang dari Rp 1,2 juta per bulan seharga Rp 6 juta sampai dengan Rp 11 juta, untuk rumah murah ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan lebih besar atau sama dengan Rp 1,2 juta per bulan tetapi kurang dari Rp 2 juta dengan harga jual Rp 25 juta. Masyarakat tidak dikenai uang muka dengan bunga 6,42% dan tenor sampai dengan 15 tahun. Dengan tipe rumah 36 meter persegi, masyarakat dapat mengangsur Rp 220.500,- per bulan.

Kemenpera menyatakan, rumah-rumah itu luas minimalnya adalah 36 meter persegi. Hal itu dikarenakan pembangunan rumah tipe 21 dan 30 meter persegi saat ini sudah tidak diperkenankan lagi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pemerintah mengalokasikan anggaran modal untuk menunjang pembangunan kebutuhan rumah murah untuk rakyat dalam APBN tahun 2012 sebesar Rp 168,1 triliun. Alokasi anggaran ini merupakan kenaikan Rp 27,2 triliun atau 19,3% dibandingkan pada APBN-Perubahan Tahun 2011.

Anggaran tersebut juga akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan 62.500 unit rumah. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan dan penanganan rumah bagi warga di wilayah perbatasan NTT-Timor Leste. telah berhasil dibangun rumah baru untuk 20.230 keluarga dari jumlah total warga baru sebanyak 104.436 jiwa. Saat ini untuk rumah bagi warga di perbatasan tersebut sudah terbangun sekitar 2.000 unit.

Untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah murah bagi masyarakat di daerah,  pemerintah melalui Kemenpera siap membantu Pemda dan Koperasi di daerah yang memiliki tanah untuk pembangunan rumah murah tersebut. Adanya tanah yang telah tersedia itu merupakan salah satu kunci mengapa harga rumah murah ini cukup terjangkau bagi masyarakat. Bantuan dapat berupa pelatihan teknis untuk pembangunan rumah murah, pembangunan prasarana, sarana dan utilitas seperti saluran air serta jalan untuk komplek perumahan rumah murah. (Oct)