Selasa, 22 Mei 2012 - 13:09 WIB
Pelayanan Kesehatan Gratis di Bone
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2490 kali



Pelayanan kesehatan gratis di Bone merupakan program unggulan dan direalisasikan secara umum cukup bagus. Hal tersebut terlihat dari anggaran untuk pelayanan gratis yang fantastis.  Anggaran pelayanan kesehatan gratis di Bone tahun 2012 mencapai Rp 64 miliar, meliputi dana Jamkesmas sebesar Rp 31.8 miliar untuk 186.301 jiwa, anggaran tersebut naik dari Rp 8,2 miliar untuk 137.214 jiwa pada tahun 2011. Hal tersebut menunjukkan bahwa program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi rakyat kecil. Kabupaten Bone menjadi salah satu daerah yang relatif sukses dalam melaksanakan program tersebut.

Besarnya anggaran pelayanan kesehatan tersebut juga digunakan untuk membangun fasilitas-fasilitas pendukung pelayanan kesehatan di Bone. Tahun 2011, tercatat telah dibangun Ruang Bersalin di beberapa puskesmas seperti Puskesmas Gaya Baru, Puskesmas Bontocani, Puskesmas Cenrana, dan lain-lain. Selain itu, untuk memudahkan akses masyarakat untuk berobat juga dibangun sedikitnya 20 Poskesdes yang dibangun di kecamatan yang tersebar di Bone.

Pelayanan kesehatan lain yang tidak kalah menarik adalah menggratiskan biaya rawat inap kelas III untuk seluruh masyarakat di Bone. Berdasarkan pantauan tim Bertindak Untuk Rakyat, pelayanan rawat inap gratis tersebut berlaku di RSUD dengan persyaratan yang mudah. Pasien hanya perlu membawa Kartu Tanda Pengenal (KTP) setempat. Dari segi pelayanan, Kabupaten Bone memantapkan kinerja dengan tersedianya 3 rumah sakit, 36 Puskesmas, 77 Puskesmas Pembantu (Pustu), dan untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan yang domisilinya jauh dari RS atau Puskesmas dibangun juga 118 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Salah satu Puskesmas yang melaksanakan program Jamkesmas adalah Puskesmas Watampone Kecamatan Tanete Riattang. Total peserta Jamkesmas yang dilayani Puskesmas ini mencapai 3451 jiwa. Sedangkan jumlah kunjungan ke Puskesmas ini selama tahun 2011 berjumlah 81.640 kunjungan. Total tenaga kesehatan di Puskesmas ini mencapai 200 orang yang terdiri dari dokter umum 4 orang, dokter gigi 2 orang, perawat 150 orang, bidan 8 orang, farmasi 6 orang, sanitarian 2 orang, tenaga gizi 3 orang, perawat gigi 2 orang, tenaga kesehatan masyarakat 10 orang, Tenaga Laboratorium 3 orang, dan pengelola 1 orang. Dalam menunjang pelayanan kesehatan, Puskesmas Watampone rutin setiap 2 kali sebulan melakukan penyuluhan dan  pembinaan di 54 kelurahan yang tersebar di Bone. Jenis penyuluhan dan pembinaan meliputi penyuluhan penyakit berbasi lingkungan, penyuluhan tentang desa sehat, penyuluhan tentang kesehatan gigi, penyuluhan tentang kesehatan mata, penyuluhan tentang kesehatan ibu dan anak, penyuluhan kesehatan lingkungan, penyuluhan kesehatan gizi masyarakat, penyuluhan tentang pentingnya imunisasi, dan pembinaan Posyandu dan Poskesdes.

Pelayanan kesehatan gratis salah satunya terlaksana di RSUD Tenriawaru. Rumah sakit ini sedikitnya menerima pasien dengan pelayanan rawat inap mencapai 200 jiwa setiap harinya. Syarat yang mudah dan proses yang tidak bertele-tele merupakan motto kelancaran pelayanan gratis di RSUD Tenriawaru.  Wiji Lestari pasien rawat inap di RSUD Tenriawaru menyebutkan bahwa selama menjalani rawat inap di RS belum mengeluarkan sedikitpun biaya terkait pengobatan dan perawatan. Pelayanan kesehatan gratis dan juga prima ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, salah satunya Saidah , warga Bontocani. Ibu muda yang melahirkan anak kedua ini mendapat pelayanan gratis dengan menggunakan kartu Jamkesmas. “Saya senang bisa melahirkan gratis, pelayananannya  juga bagus,tidak ada diskriminasi,”tutur istri dari Waryo yang bekerja sebagai petani. Selain itu dia juga merasakan manfaat BOS, karena anaknya yang duduk di bangku kelas 6 SD bisa sekolah gratis dan mendapat pinjaman buku pelajaran dari sekolah. “ Berbagai program yang menggratiskan ini benar-benar membantu,” tutur Saidah.

Pasien Jamkesmas lainnya adalah M. Duas yang menderita Struk, pasien yang ditunggui istrinya ini  yang sudah dirawat selama 6 hari. Ketika dikunjungi, “Suami saya awalnya dirawat di Puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit. Pelayanan di sini memuaskan, cepat, dan tidak ada bayar,” ujarnya. 

Pelayanan kesehatan gratis juga dirasakan pasien Jamkesda, yaitu  Rizal, yang mengeluhkan sakit kepala yang tidak sembuh selama seminggu. Pasien yang telah dirawat selama 2 hari tersebut selama perawatan juga tidak mengeluarkan biaya.  Rizal yang ditunggui ibunya ini telah beberapa kali keluar rumah sakit, dan menurutnya adanya program gratis dari pemerintah sangat membantu. “Adanya Jamkesda sangat membantu sekali, “ tuturnya sambil menunjukkan kartu Jamkesda.

Pelayanan kesehatan gratis juga terlaksana di Puskesmas Tana Batue. Puskesmas yang dibangun tahun 2009 ini memiliki ruang rawat jalan serta buka 24 jam. Berdasarkan kunjungan di Puskesmas tersebut, pasien yang berobat tercatat122 orang, meliputi pasien umum dan pasien Jamkesmas. Pasien Jamkesmas rata-rata berobat di poliklinik umum dengan keluhan batuk, demam, flu, pusing dan sakit gigi. Salah satu pasien yang mengeluhkan sakit demam dan  sakit kepala adalah Halimah. Ibu 2 anak ini baru saja membawa anaknya berobat. “Dengan adanya Jamkesmas bisa berobat gratis, pelayanannya juga baik tidak dibeda-bedakan, kita sangat terbantu sekali dengan adanya program pemerintah ini, ” tuturnya.

Pelayanan gratis juga terlaksana di Poskesde Ajjalireng, Desa Ajjalireng. Poskesdes yang dibangun tahun 2011 ini menerima kunjungan pasien rata-rata 10 sampai 15 orang perhari secara gratis. Poskesdes ini memiliki satu bidan dan perawat yang melayani selama 24 jam. Pasien yang datang kebanyakan lansia dan anak-anak.  Salah satu pasien, Hj. Nurbaya merasakan sendiri manfaat keberadaan Poskesdes, menurutnya akses menuju RS atau Puskesmas yang jauh dari desa membuat Poskesdes menjadi solusi untuk berobat warga desa Ajalireng. “Kapanpun saya datang, ibu bidan selalu melayani dengan baik, plus gratis juga,” tutur Hj.Nurbaya.

Pelayanan kesehatan gratis didukung dana besar mencapai Rp 5,1 triliun pada tahun 2010 dan naik menjadi Rp 6,3 triliun pada tahun 2011. Dana tersebut ditujukan untuk melayani 76,4 juta jiwa penduduk agar bisa berobat gratis di Puskesmas hingga Rumah Sakit Kelas III.

Bagi penduduk miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas ditangani melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dibiayai oleh pemda, dan hingga tahun 2011 jumlah pemda yang mengalokasikan anggaran Jamkesda tercatat 342  kabupaten/kota yang tersebar di 33  provinsi.

Sejak tahun 2010 Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di 303 Puskesmas dengan dana Rp 100 juta/ Puskesmas. Pada tahun 2011, cakupan BOK diperluas meliputi 8.737 Puskesmas dengan anggaran total Rp 1,03 triliun. Juga melaksanakan program baru yakni Jaminan Persalinan (Jampersal) kepada sekitar 2,5 juta ibu hamil yang belum memiliki jaminan kesehatan. Pemerintah memfasilitasi pembangunan rumah sakit, baik RS Pemerintah maupun RS Swasta sehingga jumlahnya meningkat dari 1.268 unit (2005) menjadi 1.827 unit (2011). Jumlah puskesmas meningkat dari 7.669 unit (2005) yang terdiri dari 2.077 puskesmas perawatan dan 5.592 puskesmas nonperawatan menjadi 9.323 unit (2011) yang terdiri dari 3.019 puskesmas perawatan dan 6.304 puskesmas non perawatan. Jumlah pustu meningkat dari 22.171 unit (2005) menjadi 23.049 unit (2011). Khusus bagi daerah terpencil dan perbatasan, Pemerintah menyediakan Rumah Sakit Bergerak (RSB) sebanyak 24 unit, di mana sebanyak 10 unit dibangun pada tahun 2011. RSB adalah fasilitas pelayanan kesehatan siap guna, bersifat sementara dan memberikan pelayanan rawat inap, rawat jalan serta gawat darurat 24 jam. (SKP– Komunikasi  Sosial - Erly dan Fajar)