Rabu, 09 Januari 2013 - 15:04 WIB
Pendidikan Gratis 12 Tahun di Bontang
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2856 kali



Kota Bontang melakukan terobosan di bidang pendidikan dengan mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Pemerintah Kota Bontang sejak 2006 menggratiskan seluruh biaya sejak tingkat SD hingga SMA, bahkan mulai tingkat TK. Program tersebut merupakan program pengembangan dari program Pemerintah yang hanya mencanang-
kan program wajib belajar 9 tahun.

Operasional pendidikan 12 tahun gratis bagi warga Bontang di dukung dengan perpaduan BOS dan BOSDA. Dukungan dana BOS yang mencapai Rp 16 miliar dan BOSDA sebesar Rp 22 miliar yang dipergunakan untuk membebaskan biaya operasional sekolah bagi 20.374 siswa SD/sederajat, 8.534 siswa SMP/sederajat dan 7.593 siswa SMA/sederajat. Dana BOS telah dicairkan tepat waktu yakni pada 16 Januari 2012 (triwulan 1), tanggal 4 April 2012 (triwulan 2), 3 Juli 2012 (triwulan 3) dan 5 Oktober 2012 (triwulan 4) dengan jumlah dan yang sudah dicairkan mencapai Rp 16 miliar.

Dana BOS tersebut dipergunakan untuk operasional sekolah yang mencakup membeli buku teks pelajaran atau mengganti yang telah rusak, membiayai kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru, membiayai kegiatan pembelajaran pengayaan, membeli kapur tulis, pensil, dan lain-lain.

Sekolah gratis untuk SLTA negeri ini dibiayai dari APBD Kota Bontang sebesar Rp 9,3 miliar/tahun. Dana tersebut diperguna-kan untuk operasional sekolah. Dengan ada-nya sekolah gratis untuk SLTA ini, siswa lulusan SMP dan terutama yang berasal dari keluarga ekonomi lemah dapat melanjutkan studinya ke SLTA.

Adapun dana BOSDA diperguna-kan untuk honor guru honorer dan pegawai administrasi honorer di SD, SMP, dan SMA. Di samping itu BOSDA juga dipergunakan untuk biaya operasional SMA/SMK/MA. Empat tahun terakhir anggaran BOSDA untuk menggratiskan siswa SMA terus mengalami peningkatan. Tahun 2009 anggaran BOSDA untuk SLTA sebesar Rp 8 miliar, tahun 2010 sebesar Rp 8,4 miliar, tahun 2011 sebesar Rp 9,1 miliar, dan tahun 2012 sebesar Rp 9,3 miliar.

Sekolah gratis dari tingkat SD hingga tingkat SMA didukung dengan kondisi infrastruktur sekolah yang memadai. Di lapangan diketahui bahwa mayoritas gedung sekolah di Kota Bontang telah berkeramik dengan konstruksi beton serta bertingkat. Bangunan tersebut melindungi siswa dari terik panas dan air hujan ketika musim hujan, sehingga kegiatan belajar mengajar lancar.

Dampak gedung sekolah yang layak serta dipadu dengan pelaksanaan pendidikan gratis wajib belajar 12 tahun angka kelulusan dalam dua tahun terakhir yang mendorong hampir 100% untuk semua jenjang SD – SMA. Perinciannya, kelulusan siswa tahun 2011-2012 untuk tingkat SD mencapai 100%, SMP 99,95% dan SMA 99,80% mengalami peningkatan pada tahun 2012 dimana tingkat SD mencapai 100%, SMP 99,99% dan SMA 99,91%. Selain itu  angka putus sekolah dua tahun terakhir untuk tingkat wajib belajar 12 tahun juga relatif kecil hanya di bawah 1 persen. Tahun 2011 untuk tingkat SD angka putus sekolah hanya 0,02%, tingkat SMP hanya 0,01% dan tingkat SMA 0,15%. Tahun 2012 tingkat SD angka putus sekolah hanya 0,00%, tingkat SMP hanya 0,01% dan tingkat SMA hanya 0,20% .

Salah satu sekolah yang melaksanakan sekolah gratis adalah SDN I Bontang Utara. Dana BOS yang diterima sebesar Rp 343.940.000 dan Dana BOSDA sebesar Rp 237.200.000 untuk membiayai 593 siswa. Dana BOS dan BOSDA diberikan setiap triwulan yang besarnya sekitar Rp 85 juta dan BOSDA besarannya Rp 59 juta. Berdasarkan pengecekan pada buku rekening sekolah, BOS triwulan pertama telah diterima pada 12 Januari 2012 dan triwulan dua diterima pada 02 April 2012. Sedangkan triwulan ketiga diterima pada 6 Juli 2012 dan 8 Oktober 2012 untuk triwulan terakhir. Dana BOS selain diperuntukkan penambahan rehabilitasi ruang kelas,  juga untuk pembelian buku pelajaran, lemari, dana alat pendukung belajar mengajar di kelas. Siswa di sekolah ini juga ada yang menerima beasiswa miskin yang besarnya Rp 360 ribu per siswa/tahun. Sekolah SDN 01 Bontang Utara ini didukung oleh tenaga pengajar sebanyak 19 guru PNS dan 2 guru honorer. Gaji yang diterima paling rendah golongan IIIA sebesar Rp 2,5 juta per bulan dan tertinggi golongan IVB sebesar Rp 6 juta per bulan. Sedangkan honorer menerima gaji sebesar Rp 1 juta per bulan. Guru yang sudah bersertifikasi sebanyak 8 orang pada tahun 2011.

Sementara di tingkat SMP, SMPN 1 Bontang telah melaksanakan sekolah tanpa memungut biaya. SMPN 01 Bontang mendapat Dana BOS sebesar Rp 277.610.000 dan Dana BOSDA sebesar Rp 509.600.000 untuk membiayai 391 siswa. Dana BOS dan BOSDA diberikan setiap triwulan yang besarnya sekitar Rp 69 juta dan BOSDA besarannya Rp 127 juta. Berdasarkan pengecekan pada buku rekening sekolah, BOS triwulan pertama telah diterima pada 12 Januari 2012 dan triwulan dua diterima pada 02 April 2012. Sedangkan triwulan ketiga diterima pada 6 Juli 2012 dan 8 Oktober 2012 untuk triwulan terakhir. Dana BOS tersebut dipergunakan antara lain untuk biaya operasional sekolah meliputi pembelian alat tulis kantor, membayar tagihan daya dan jasa yang berupa listrik, internet dan lain-lain sebesar Rp 45 juta per bulan. Selain itu, untuk pembayaran gaji guru tidak tetap (GTT) sebesar Rp 28 juta per bulan, pembelian 254 buku pelajaran serta dukungan kegiatan ulangan harian/ ujian akhir semester dan ujian sekolah.

Sementara di tingkat SMA melengkapi wajib belajar 12 tahun yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bontang dapat dijumpai di SMAN 01 Bontang. SMAN 01 Bontang menyelenggarakan pendidikan gratis bagi siswa dengan sumber dana dari BOSDA dan Rintisan Bantuan Operasional Sakolah Menengah (RBOS-SM). Dana BOSDA yang diterima sebesar Rp 1.028.000.000 dan Dana RBOS-SM sebesar Rp 59.640.000 untuk membiayai 541 siswa. Dana BOSDA diberikan setiap triwulan yang besarnya sekitar Rp 257 juta dan RBOS-SM sekali dalam setahun. Berdasarkan pengecekan pada buku rekening sekolah, BOS triwulan pertama telah diterima pada 12 Januari 2012 dan triwulan dua diterima pada 02 April 2012. Sedangkan triwulan ketiga diterima pada 6 Juli 2012 dan 8 Oktober 2012 untuk triwulan terakhir. “SMAN 01 menggratiskan siswa dengan dana dari BOSTK (BOSDA),” ujar, Titi Wurdiyanti, Kepala SMAN 1 Bontang.

Keberlangsungan pendidikan gratis di Bontang didukung dengan kondisi ruang kelas yang layak, serta kesejahteraan guru untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar. Penghasilan guru pegawai negeri yang sudah sertifikasi terendah Rp 2,5 juta hingga Rp 8,7 juta. Pemkot Bontang memberikan insentif kepada guru yang besarannya Rp 1,3 juta dengan rincian Rp 300 ribu bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Timur dan Rp 1 juta berasal dari APBD Kota Bontang bagi guru yang belum bersertifikasi dan guru honorer. Artinya kesejahteraan guru benar- benar diperhatikan sehingga tidak ada lagi alasan untuk bermalas-malasan mendidik para siswa. Namun dalam pelaksanaannya sertifikasi guru yang notabene tujuannya agar guru meningkatkan kualifikasi di antaranya dengan mengambil S2 tidak terealisasi. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi bagi guru yang sudah menerima sertifikasi dari pemerintah agar terus meningkatkan kualifikasi.

Berdasarkan penelusuran Tim Bertindak Untuk Rakyat, pelaksanaan pendidikan terjangkau di Bontang telah menumbuhkan semangat siswa untuk terus belajar. Para siswa tidak lagi terbebani dengan segala macam biaya termasuk buku pelajaran.

Program pendidikan gratis 12 tahun, serta kesejahteraan guru mendapatkan respon positif dari berbagai pihak yang merasakan dampak baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satunya, Afandi, siswa kelas V/A SDN 01 Bontang Utara yang mengaku senang karena sekolah tidak bayar. “Sekolah tidak bayar membantu bapak sebagai nelayan. Dapat uang 360 ribu yang diambil di kantor Pos untuk beli seragam putih, beli buku tulis 1 lusin, kotak pensil dan sisanya diserahkan ibu” kata Afandi yang bercita-cita menjadi polisi. Sementara Kepala Sekolah SDN 01 Bontang Utara, Uminingsih mengungkapkan agar pemerintah meninjau kembali sistem pembagian penerima beasiswa BSM. Menurutnya dengan sistem baru kurang tepat sasaran karena Kemendikbud menggunakan basis data yang berasal dari BPS yang tidak akurat. “Sejak 2012 mekanisme pemberian beasiswa berubah yakni Kemendikbud berpegangan data dari BPS yang langsung mencairkan beasiswa kepada penerima melalui kantor pos di kota/kabupaten.  Dari skema ini terjadi kesimpangsiuran karena ada anak yang menerima beasiswa sudah lulus atau sudah di kelas lain” terang Umi.

Sedangkan Dhea, siswi kelas IX SMPN 01 Bontang yang menerima langsung manfaat sekolah gratis serta menerima beasiswa siswa miskin (BSM) menyatakan gembira karena merasa dibantu untuk keperluan sekolah. “Saya menerima uang sebesar Rp 580 ribu dari pemerintah. Untuk beli seragam sekolah, buku tulis, LKS, alat tulis serta transportasi dari rumah ke sekolah” ujar Dhea yang bercita-cita menjadi polisi wanita (Polwan). Hal senada diungkapkan Eka Saputri siswa kelas VIII SMPN 01 Bontang. Menurutnya program pemerintah yang menyelenggarakan sekolah gratis sangat membantu masyarakat kecil di daerah. Menurutnya pemerintah membantu siswa untuk mencapai cita-cita. “Tidak perlu memikirkan biaya dan focus untuk meraih cita-cita sebagai wanita karir (bisnis)” kata Eka.

Respon positif juga diungkapkan siswa SMA yang telah melaksanakan pendidikan gratis. Lidya Kamagi, siswi kelas X II SMAN 01 Bontang. “Puji syukur sekolah tidak membayar karena bisa membantu orang tua. Beasiswa sebesar Rp 780 ribu digunakan untuk trasportasi, beli buku dan kas kelas” ujar Lidya. Hal senada diungkapkan Adi Bagus Ramadhan, siswa kelas XII. Menurutnya pendidikan gratis yang dirasakan tetap memberikan keunggulan mutu pendidikan. “Meskipun sekolah gratis tetap kualifikasi disini (SMAN 01 Bontang) tetap mengutamakan kualitas dengan didikan guru yang professional” papar siswa yang bercita-cita jadi manajer ini.

Secara nasional pelaksanaan sekolah gratis pemerintah memperluas akses pendidikan dasar di seluruh Tanah Air. Secara nasional sekolah gratis untuk tingkat SD hingga SMP dilaksanakan sejak tahun 2005, melalui penyediaan dana BOS. Besarnya dana BOS yang dikucurkan pada tahun 2011 sebesar Rp 16,64 triliun dan pada tahun 2012 ditingkatkan menjadi Rp 23 triliun. Dana BOS tersebut diperuntukkan membiayai sekitar 27,67 juta siswa SD dan 9,91 juta siswa SMP di seluruh Tanah Air.

Perhitungan dana BOS per siswa per tahun ditingkatkan dari semula Rp 397.000/siswa  untuk tingkat SD, tahun 2012 ditingkatkan menjadi Rp 580.000/siswa. Adapun untuk tingkat SMP, ditingkat dari Rp 570.000/siswa pada tahun 2011 menjadi Rp 710.000/siswa pada tahun 2012. (S.K  & S. Dhuha).