Selasa, 14 Mei 2013 - 17:50 WIB
PNPM Mandiri - Membangun Jalan dan Jembatan Perdesaan
Oleh : Desk Informasi
- Dibaca: 2079 kali



PNPM  Mandiri salah satu program  pro rakyat unggulan Pemerintah. Berbagai  pembangunan infrastruktur perdesaan yang dilaksanakan oleh PNPM Mandiri mendapat sambutan hangat dari masyarakat di berbagai daerah. Hal ini disebabkan PNPM Mandiri adalah kegiatan yang berbasis pemberdayaan masyarakat, yakni masyarakat yang berperanan langsung  dalam merencanakan, melaksanakan, dan menikmati manfaat berbagai pembangunan infrastruktur yang dibiayai PNPM Mandiri. Adapun sumber utama dana PNPM Mandiri berasal dari APBN dan APBD. Selain itu masyarakat juga ikut mendukung membiayai pembangunan infrastruktur. PNPM Mandiri  selain  menciptakan  semangat gotong-royong juga menciptakan lapangan pekerjaan. 

PNPM Mandiri mendapat sambutan hangat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Musi Rawas. Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Musi Rawas tahun 2011 sebesar Rp 35,8 miliar yang terdiri dari APBN Rp 31,31 miliar dan APBD 4,49 miliar. Tahun 2012 anggarannya sebesar Rp 27,25 miliar yang terdiri dari APBN Rp 24,97 miliar dan APBD Rp 2,27 miliar. Sedangkan anggaran PNPM Mandiri tahun 2013 sebesar Rp 21,75 miliar yang terdiri dari APBN Rp 20,21 miliar dan APBD Rp 1,54 miliar. PNPM Mandiri telah menjangkau seluruh kecamatan dan desa/kelurahan, yakni 21 kecamatan dan 261 desa/kelurahan.

Sepanjang  tahun  2011  infrastruktur  yang  telah  dibangun meliputi jalan sepanjang 63,5 km, 7 unit jembatan, 24 unit irigasi, 21 unit gedung sekolah, 2 unit gedung kesehatan, 5 unit sarana air bersih, tembok penahan tanah sepanjang 158 meter, dan lain sebagainya. Sedangkan tahun 2012 telah dibangun  jalan  sepanjang 79,8 km, 7 unit jembatan, 1 unit pasar, 13 unit gedung sekolah, 2 unit gedung kesehatan, 4 unit pembangkit listrik tenaga mikro hidro, 2 unit MCK, tembok penahan tanah sepanjang 19,6 km, dan lain-lain.

Kegiatan  PNPM Mandiri  lainnya  yang  tak kalah pentingnya adalah pemberdayaan ekonomi kaum perempuan melalui program Simpan Pinjam untuk Perempuan (SPP). Dalam program SPP ini diberikan pinjaman dana untuk aktivitas usaha. Dana SPP yang digulirkan tahun 2011 sebesar Rp 3,28 miliar untuk 76 kelompok atau 760 orang. Sedangkan dana SPP tahun 2012 sebesar Rp 2,58 miliar untuk 63 kelompok atau 630 orang. Dana tersebut dipergunakan untuk tambahan modal berdagang warung sembako, sayur-mayur, pertanian, dan lain sebagainya.

PNPM Mandiri ikut andil menciptakan lapangan kerja dalam pembangunan berbagai infrastruktur. Tahun  2011 tenaga kerja yang  terserap  sebanyak  6.908 orang  dan tahun 2012 meningkat sekitar 7.500 orang. Sedangkan tenaga kerja yang terserap tahun 2013 diprediksikan sekitar 9.000 orang.

Salah satu infrastruktur jalan yang telah dibangun tahun 2012 adalah jalan rabat beton di Desa U1 Pagar Sari, Kecamatan Purwodadi, sepanjang 1,6 km dan lebar 2 meter. Jalan setapak ini berfungsi menuju ke sawah dan ladang. Semula berupa jalan tanah, berlubang-lubang, dan becek di musim hujan, sehingga menganggu aktivitas warga yang menggunakan sepeda, sepeda motor, mobil, dan gerobak. Mengingat pentingnya  jalan tersebut  warga  lalu  membangun  dengan  jalan rabat beton yang menelan dana sebesar Rp 326,9 juta yang  berasal  dari PNPM Mandiri Rp 251,4 juta dan swadaya  masyarakat Rp 75,5 juta. Setelah dibangun dengan jalan beton, warga dapat melewati jalan dengan kendaraan roda dua dan kendaraan empat untuk mengangkut hasil pertanian. Dengan demikian warga dapat lebih cepat membawa hasil pertanian ke pasar.

Rusmanto, petani Desa U1 Pagar Sari, mengemukakan, warga merasa senang dengan adanya jalan rabat beton. “Dulu jalannya rusak dan susah dilewati sepeda motor dan mobil, sedangkan sekarang enak dilewati,” katanya.

Infrastruktur lain yang telah dibangun  adalah jembatan beton di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumber Harta, berukuran 13,9 meter x 4 meter. Semula jembatan terbuat dari  dua  batang  pohon kelapa sepanjang 13,9 meter x 1,5 meter dan di atasnya dilapisi kayu, serta hanya dilewati pejalan kaki dan sepeda. Jembatan itu akses menuju ke sawah dan pasar, serta akses antar dusun. Karena vitalnya fungsi jembatan tersebut untuk memperlancar arus lalu lintas dan perekonomian, tahun 2012 PNPM Mandiri membongkar total jembatan dan menggantinya dengan jembatan beton. Panjang jembatan tetap sama yakni 13,9 meter, sedangkan  lebarnya ditambah 2,5 meter sehingga menjadi 4 meter. Jembatan beton dibangun dengan anggaran sebesar Rp 211,1 juta yang  berasal dari PNPM Mandiri Rp 191,1 juta dan swadaya masyarakat Rp 20 juta. Kini jembatan tidak hanya dapat dilewati sepeda motor, tetapi juga dapat dilewati mobil dan truk. Setelah jembatan itu dibangun banyak kendaraan roda dua dan roda empat yang melewatinya dengan lancar.

Selain itu PNPM Mandiri juga telah membangun tembok penahan tanah di Desa P1 Mardiharjo, Kecamatan Purwodadi, sepanjang 600 meter, lebar 30 cm, dan tinggi ½ meter dengan anggaran Rp 236,4 juta yang semuanya berasal dari PNPM Mandiri. Tembok penahan tanah dibangun di jalan di sekitar persawahan, karena tanah sering longsor ke irigasi dan sawah di musim hujan, sehingga menghambat saluran air dari irigasi menuju ke sawah. Sebelum dibangun tembok penahan tanah sering kali terjadi longsor dan tanah yang masuk ke areal sawah merusak tanaman padi. Kini setelah dibangun tembok penahan tanah tidak lagi terjadi longsor dan para petani pun dapat bercocok tanam dengan tenang.

Di sektor pendidikan PNPM Mandiri berpartisipasi membangun sebuah gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang diberi nama PAUD Kenanga di Desa R Rejosari, Kecamatan Purwodadi. Gedung  PAUD tersebut berukuran 20 meter x 7 meter, terdiri dari 2 ruang kelas, 1 ruang guru, 1 toilet, dan biaya pembangunannya sebesar Rp 257,9 juta yang semuanya berasal dari PNPM Mandiri. Semula kegiatan belajar anak-anak menumpang di balai desa sejak tahun 2004. Mengingat pentingnya pendidikan anak-anak pra TK itu warga mengusulkan dibangun gedung PAUD yang permanen yang berlokasi sekitar 1 km dari balai desa. Seorang warga ikhlas mewakafkan tanahnya untuk pembangunan gedung PAUD. Keinginan warga memiliki PAUD akhirnya terwujud tahun 2012, dan murid-murid secara resmi menempati gedung sekolah yang baru itu pada hari Senin, 4 Maret 2013.

PAUD Kenanga memiliki 47 murid dan 3 guru. Setiap murid membayar uang SPP Rp 20.000/bulan. Mayoritas muridnya adalah anak-anak petani dan pedagang kecil. Murid-murid merasa senang belajar di sekolah yang baru karena kelasnya bersih.

Kegembiraan  dengan  adanya  PAUD Kenanga terpancar dari wajah Sayem, guru PAUD, dan Asih, seorang wali murid. Sayem yang sejak tahun 2004 mengajar PAUD mengatakan, murid-muridnya semakin bersemangat belajar dan bermain di gedung PAUD yang baru. Sementara itu Asih bersyukur karena lokasi PAUD Kenanga dekat dengan rumahnya, sehingga ia mengantarkan anaknya, Aan,  ke sekolah cukup dengan berjalan kaki. Sedangkan sebelumnya saat PAUD masih menumpang di balai desa yang terletak sekitar 1 km dari rumahnya, Asih harus mengantarkan Aan dengan sepeda motor.

Sementara itu di bidang pemberdayaan ekonomi melalui SPP, kaum perempuan di Desa GI Mataram dapat mengembangkan usahanya. Salah seorang penerima dana SPP adalah Maryunani yang sehari-harinya berjualan gado-gado dan es kelapa. Ia telah tiga kali mendapat uang SPP masing-masing sebesar Rp 1 juta pada tahun 2010, 2011, dan 2012. Ia berkewajiban membayar angsuran Rp 100.000/bulan selama setahun.  Maryunani telah lima tahun berjualan gado-gado dan es kelapa dengan modal awal dari kantongnya sendiri. Suntikan dana dari SPP membuat usahanya berjalan semakin lancar. Sebelum mendapat dana SPP ia memperoleh keuntungan Rp 15.000/hari, dan setelah mendapat dana SPP keuntungannya meningkat menjadi Rp 20.000/hari. Hal ini disebabkan barang dagangannya semakin banyak.

Penerima manfaat SPP lainnya adalah Sri Rahayu yang berjualan sembako di rumahnya. Tahun 2012 Sri meminjam uang SPP Rp 4 juta untuk tambahan modal, dan berkewajiban membayar angsuran Rp 400.000/bulan selama setahun. Sebelum mendapat dana SPP keuntungannya Rp 25.000/hari, dan setelah mendapat dana SPP keuntungannya naik menjadi Rp 35.000/hari. “Uang SPP untuk tambahan modal membeli beras, minyak goreng, mi, telur, dan lain sebagainya, sehingga barang dagangan saya semakin banyak dan jumlah pembeli pun bertambah,” katanya. 

Secara nasional PNPM  Mandiri  yang merupakan Program Pro Rakyat Klaster 2  dilaksanakan sejak tahun 2007. Anggaran PNPM Mandiri tahun 2012 sebesar  Rp 14,053 triliun, mencakup 6.860 kecamatan di 33 provinsi, dan anggaran PNPM Mandiri tahun 2013 sebesar Rp 9,7 triliun, mencakup 6.752 kecamatan di 33 provinsi.

(Fajar Ilham & Arif Rahman Hakim).